Kendra Paramita, Kritik, dan Sampul-Sampul Ikonik

Identik dengan sampul-sampul dan ilustrasinya yang selalu ikonik, Tempo pun menjadi pionir dalam mengemas sajian jurnalistik.

Siapa yang tak dibuat terngiang-ngiang oleh sosok Suryadharma Ali yang tengah merajut dolar dari jubah jamaah haji atau Tri Rismaharini yang gagah berdiri menantang seruduk ‘banteng’? Dengan menggelitik, ilustrasi-ilustrasi Tempo hadir lebih dari sekadar pelengkap tulisan. Ia menjadi tuturan jurnalistik itu sendiri. Ia merangkum dengan cerdas segala kisruh dan peristiwa yang terwartakan dalam konten-konten jurnalistik unggulan khas Tempo. Seperti apa proses kreatif penciptaannya? Apa saja yang menjadi dasar berpikir dari sampul-sampul itu?

Desain Grafis Indonesia berkesempatan untuk berbincang dengan Kendra Paramita, ilustrator dan desainer yang ada di balik sampul-sampul tersebut. Bergabung di Tempo begitu menyelesaikan studinya di Institut Kesenian Jakarta, pria yang bercita-cita menonton konser Bohren & der Club of Gore ini kini telah 11 tahun bertanggung jawab merancang sekaligus mengeksekusi ilustrasi sampul majalah dan koran Tempo beserta beberapa ilustrasi lain. Simak tuturannya dalam wawancara berikut ini.

 


 

Mengapa memutuskan untuk bergabung di Tempo hingga 11 tahun ini?

Awalnya ditawari bekerja oleh seorang dosen, akhirnya kebablasan sampai sekarang. Tempo memberikan keleluasan dalam menggambar. Selain itu kebutuhan ilustrasi di sini cukup melimpah.

 

Rutinnya, berapa banyak ilustrasi yang harus dibuat?
Biasanya dua dalam sepekan. Kadang lebih dari itu.

 

Apakah semua sampul dikerjakan sendiri?

Untuk visualnya dikerjakan oleh satu orang, namun untuk konsep dan gagasan siapa pun boleh berkontribusi.

 

Kendra-Paramita-Edisi-Pemilu

Kendra-Paramita-Sampul-17

 

Seperti apa mekanisme perancangan sampul majalah Tempo dari awal munculnya tema yang diangkat ke sampul hingga eksekusi final visualnya?

Cukup sederhana, setelah tema diputuskan dalam rapat, biasanya terjadi diskusi ringan antara Editor Desain dan saya sendiri. Dari diskusi itu, lahirlah beberapa rancangan sampul dalam bentuk sketsa untuk diajukan ke Pemimpin Redaksi. Setelah Pimred menentukan pilihannya, eksekusi pun dimulai.

 

Ada metode khusus dalam proses perancangan sampul-sampul Tempo?

Saya pribadi tidak punya metode khusus dalam pengerjaan ilustrasi di Tempo. Yang jelas, kedalaman cerita dan sudut pandang sangat membantu pengembagan gagasan visual. Oleh karena itu, saya rajin ikutan rapat redaksi.

 

Sepanjang 11 tahun terakhir, adakah perubahan dalam metode pengerjaan sampul-sampul tersebut?

Banyak sekali yang berubah sejak tahun 2004. Yang paling fundamental adalah metode perancangan sampul majalah. Pada masa-masa awal bekerja di Tempo, semuanya serba diputuskan pada menit-menit akhir setelah diskusi singkat antara Pemimpin Redaksi dengan Editor Desain. Walhasil, deadline sering terlambat. Akibat lama berkecimpung dalam tenggat yang hiruk-pikuk, akhirnya saya membuat sistem perancangan sampul majalah seperti yang sudah saya paparkan pada bagian awal wawancara ini.

 

Kendra-Paramita-Sampul-19

 

Adakah perbedaan pada rancangan sampul Tempo antara sebelum dan sesudah Kendra bergabung?

Saya senang sekali mengamati sampul-sampul majalah Tempo terdahulu. Perbedaannya cukup banyak bila dibandingkan dengan yang sekarang, terutama dari teknik pembuatan yang kemudian berpengaruh terhadap gaya ilustrasi. Selain itu, tema dan cara penyampaian pesan juga mengalami banyak perubahan.

Sebelum reformasi semuanya serba tiarap, termasuk kritik dan sindiran yang disampaikan secara bergerilya dalam ranah metafora.

 

Kendra-Paramita-Sampul-3

Kendra-Paramita-Sampul-4

 

Apa saja tantangan dalam menekuni profesi sebagai ilustrator dalam bidang jurnalistik?

Yang utama adalah tentang bagaimana menyampaikan kritik secara visual tanpa menyinggung pihak yang dituju.

 

Sejauh ini, adakah konsep favorit yang kemudian tidak menjadi sampul final?

Cukup sering.

 

Sampul edisi mana yang menjadi favorit?

Edisi 29 September–5 Oktober 2014 tentang wacana Pilkada Langsung. Sampulnya revolusioner dan belum pernah terjadi sepanjang sejarah majalah itu.

 

Kendra-Paramita-Sampul-5

 

Sampul edisi “Sengkarut Jembatan Selat Sunda” dan “Investigasi Sindikat Manusia Perahu” dianugerahi penghargaan sampul terbaik dalam World Association of Newspapers and News Publishers (WAN-IFRA). Bisa ceritakan pada kami mengenai proses di balik perancangan sampul tersebut?

Untuk yang pertama, kami menggali gagasan dari obyek utama isu tersebut yakni jembatan yang akan dibangun. Kemudian, kami mulai berimajinasi tentang kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi ketika pembangunan jembatan tersebut kusut oleh banyaknya kepentingan.

Untuk edisi “Sindikat Manusia Perahu”, kami menggali arsip lama majalah Tempo karena teringat salah satu sampul majalah itu yang bercerita tentang banjir Jakarta. Jadi, gagasan “karpet laut” ini merupakan repetisme dari gagasan terdahulu.

 

Cover_070414

 

Sampul majalah Tempo edisi Pilpres 7 April 2014 sempat menjadi obrolan ramai di media sosial, bahkan dengan jenakanya, banyak yang membuat hipotesa mereka sendiri akan ‘misteri’ di baliknya. Bagaimana ceritanya?

Sesungguhnya semua tentang sampul ini hanyalah kebetulan, termasuk segala teori konspirasi yang melingkupinya. Semua berdasar pada data survey dan hitung cepat.

 

Sejak kapan mendalami ilustrasi?

Sejujurnya, tuntutan profesilah yang membuat saya terus menggali tentang gambar dan ilustrasi. Sebelumnya, saya lebih tertarik dengan animasi.

 

Siapa yang menjadi inspirasi Kendra?

Tidak ada.

 

Kendra-Paramita-Ilustrasi-2

 

Selain ilustrasi, kerja kreatif apa saja yang ditekuni?

Bermain musik.

 

Apa saja yang biasanya menjadi suplemen kreatif?

Semua produk budaya yang populer. Mereka memiliki kekuatan tersendiri sebagai media penyampaian pesan.

 

Jika sedang mengalami creative block, apa yang biasanya dilakukan?

Biasanya saya todong si penulis untuk menceritakan sejelas-jelasnya tema yang harus saya gambar. Perspektif yang jelas membuat mengkhayal terasa lebih mudah.

 

Kendra-Paramita-Ilustrasi-5

Kendra-Paramita-Ilustrasi-6

Kendra-Paramita-Ilustrasi-7

Kendra-Paramita-Political-Cartoon-1

 

Lima (5) hal yang tak boleh ketinggalan selama bekerja?

Kopi, itu saja.

 

Terakhir, ada pandangan tentang peran pekerja kreatif dalam kaitannya dengan problem sosial yang ada?

Agak sulit menjawabnya, karena saya bagian dari problem sosial itu sendiri.

 


 

Kendra-Paramita-Sampul-12

Kendra-Paramita-Sampul-14

Kendra-Paramita-Sampul-15

Kendra-Paramita-Bayang-Bayang-Paloh-2

Kendra-Paramita-Bayang-Bayang-Paloh-1

Kendra-Paramita-Bayang-Bayang-Paloh-0

A1.indd

01 Depan-40 OR.indd

Kendra-Paramita-Sampul-10

Kendra-Paramita-Sampul-2

Kendra-Paramita-Ilustrasi-3

Kendra-Paramita-Ilustrasi-4

Kendra-Paramita-Sampul-18

 


Kendra Paramita, desainer senior dan ilustrator PT. TEMPO intimedia tbk.

Quoted

Makin banyak manfaat, makin sedikit dampak, makin baiklah desain itu

Arief Adityawan S.