Ways of Reading: London

Sehubungan dengan terpilihnya Indonesia sebagai Market Focus Country pada The London Book Fair 2019, Further Reading dan Dua Studio ditunjuk untuk melakukan kurasi dan mengelola sebuah pameran desain kolateral. Further Reading, sebagai salah satu proyek berkelanjutan dari Each Other Company, merupakan sebuah platform publikasi multi-format yang berfokus membangun diskursus kritis dalam praktik desain dan keterhubungannya dengan konteks-konteks sosiokultural dan politis. Sedangkan Dua Studio merupakan studio arsitektur yang berfokus pada eksplorasi ide dan konsep untuk menciptakan ruang yang kaya dan berkarakter kuat.

Materi Promosi “Ways of Reading”

Beranjak dari salah satu slogan Indonesia sebagai Market Focus Country yaitu Imagine Nation, tim kurator berupaya untuk membayangkan kembali reading sebagai metode atau cara membaca, sebagai proses, investigasi dan eksperimen dari praktik desain. Pemikiran ini mendasari Further Reading dan Dua Studio dalam penetapan “Ways of Reading” sebagai judul dari pameran ini, dengan tujuan untuk menantang dan mempertanyakan metode membaca manusia.

Membaca umumnya dipersepsikan sebagai kegiatan yang semata melalui keberadaan teks. Meskipun demikian, proses membaca teks secara tidak langsung dapat memicu dan memunculkan hal-hal visual dalam pikiran. Hal ini menjadi salah satu dorongan dari pameran Ways of Reading, yang menantang proses membaca melalui bentuk, suara dan kondisi sekitar.

Kondisi ini secara tidak langsung memaksa khalayak untuk menggunakan indera-indera lainnya untuk membentuk suatu persepsi baru. Dengan menantang publik untuk membaca lebih dari sekadar susunan huruf dan kata, tim kurator ingin mempertanyakan metode membaca sehari-hari dan memunculkan metode-metode membaca baru serta perspektif baru pula. Konsep tersebut akhirnya disetujui untuk direalisasikan Further Reading dan Dua Studio dalam bentuk intervensi pada ruang publik dan pameran.

Each Other Company (EOC), studio desain yang memproduseri Further Reading, juga terlibat langsung dalam penyelenggaraan pameran Ways of Reading. EOC berkontribusi dalam pembentukan identitas visual pameran dan program ini, yang meliputi konsep dan desain dari website resmi dan pengelolaannya, desain stiker yang digunakan sebagai wayfinding (pengarah audiens) intervensi publik, serta desain publikasi cetak dan digital. Publikasi cetak Ways of Reading dicetak oleh Rabbit Road Press, sebuah studio cetak risograf yang fokus pada pembentukan komunitas, publikasi, serta edukasi yang berbasis di London, dan digunakan sebagai brosur resmi dari pameran ini.

Publikasi cetak risograf oleh Rabbit Road Press.
Foto oleh Each Other Company

 

Stiker wayfinding.
Foto oleh Each Other Company

Gagasan Ways of Reading direalisasikan dengan merancang rangkaian obyek untuk memicu rasa ingin tahu agar tercipta interaksi yang aktif antara manusia, obyek, dan alam. Setiap obyek bertujuan untuk mengundang publik untuk mengamati lingkungan sekitarnya, beberapa bertujuan untuk memulai percakapan antar individu, dan lainnya bertujuan untuk menghasilkan interaksi antara publik dengan alam atau lingkungan sekitar. Pada umumnya, setiap obyek dirancang untuk dapat dikenakan dan digunakan oleh manusia, dan secara khusus didesain menyesuaikan dengan, dalam hal ini, konteks kota London.

Dua Studio sebagai salah satu kurator dari pameran ini bertanggung jawab untuk mendesain setiap obyek yang digunakan dan dipamerkan. Secara keseluruhan, terdapat 7 obyek yang dirancang untuk pameran ini. Tujuh obyek tersebut terbuat dari rangkaian struktur aluminium sebagai kerangka, yang dibalut dengan kertas timah aluminium untuk memberi bentuk pada sebagian besar obyeknya. Melalui 7 obyek tersebut, eksplorasi yang dilakukan mencakup topik-topik seperti permainan eye level, batasan, jarak pribadi dan interaksi.

Pameran Ways of Reading terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah Public Interventions, yaitu intervensi-intervensi yang dilakukan pada ruang publik di beberapa tempat di kota London. Bagian kedua yaitu Exhibition and Discussion, yang memamerkan setiap obyek yang telah digunakan dalam intervensi publik, dan kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka di Protein Studios, sebuah ruang pameran di daerah Shoreditch.

Public Interventions dilakukan dari tanggal 9 Maret sampai 13 Maret 2019 di beberapa tempat strategis di kota London yang ditentukan dan disesuaikan dengan obyek-obyek yang telah dirancang. Setiap tempat yang telah dikunjungi merupakan ruang publik yang berbeda, di mana terdapat ruang publik sebagai tempat berkumpul yang lebih alami seperti taman-taman, ruang publik sebagai tempat berkumpul buatan manusia seperti kawasan publik dan deretan bangunan di perkotaan, serta ruang publik yang berfungsi sebagai penghubung aktifitas seperti jembatan atau stasiun.

Intervensi publik.
Foto oleh Laurian Ghinitoiu

Sejumlah tempat yang dikunjungi selama proses Public Interventions antara lain: Piccadilly Circus, Green Park, Buckingham Palace, Royal Academy of Arts, Hyde Park, Tate Modern, Millennium Bridge, Primrose Hill, Trafalgar Square, Borough Market, Barbican Centre, St. James’s Park, Brick Lane, Old Spitalfields Market, dan Liverpool Street Station. Bagaimanapun, tempat-tempat tersebut hanya berperan sebagai titik-titik awal untuk intervensi publik, di mana dalam proses perjalanannya tim kurator pada akhirnya juga melewati dan bersinggah pada beberapa tempat atau daerah lain di sekitarnya.

Meskipun harus menyesuaikan dengan beberapa aturan khusus yang berlaku pada beberapa tempat publik yang dikunjungi, secara umum rangkaian intervensi publik ini mendapatkan respon yang positif dan beragam dari khalayak yang berpapasan dan mengamati obyek-obyek yang dipamerkan. Banyak juga khalayak yang bahkan berinteraksi dan mencoba menggunakan obyek-obyek tersebut.

Setelah rangkaian Public Interventions, Ways of Reading dilanjutkan dalam bentuk Exhibition yang dilakukan selama dua hari di Protein Studios pada tanggal 15 Maret dan 16 Maret 2019. Di hari pertama pameran, tepatnya hari Jumat, 15 Maret 2019, pameran dibuka dengan sambutan dari Bapak Joshua Puji Mulia Simanjuntak selaku Deputi Bidang Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF).

Pembukaan pameran dilanjutkan dengan diskusi terbuka yang membahas mengenai desain serta proses kurasi dari Ways of Reading. Diskusi terbuka ini dimoderasi oleh David Hutama sebagai kandidat bergelar PhD dari AA School dan diisi oleh Januar Rianto dari Further Reading, Adwitya Dimas Satria dan Ardy Hartono Kurniawan dari Dua Studio, Roger Bundschuh dari Bundschuh Architekten dan beberapa anggota dari kelompok desain grafis independen berbasis London yang bernama Evening Class sebagai narasumber-narasumber utama.

Dalam diskusi terbuka tersebut, setiap narasumber memberi pandangan mengenai potensi dari tiap-tiap obyek pameran; bagaimana tiap obyek berfungsi selama rangkaian intervensi publik, bagaimana publik memberi respon dan berinteraksi dengan obyek-obyek tersebut, serta bagaimana pada akhirnya publik membaca kotanya sendiri melalui intervensi dari obyek-obyek tersebut. Pandangan-pandangan ini diutarakan baik dari sudut pandang kurator yang secara langsung terlibat dalam proses kurasi pameran, hingga dari perspektif narasumber dengan latar belakang arsitektur dan desain grafis yang baru mengamati setiap obyek pada saat itu, perspektif-perspektif dan masukan-masukan membangun muncul yang pada akhirnya berhasil dibagikan bersama pada seluruh pengunjung pameran. Dalam sesi diskusi, setiap pengunjung juga berkesempatan untuk terlibat aktif, baik melempar pertanyaan atau memberikan pendapatnya mengenai setiap obyek yang ada, ataupun hal-hal yang berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan.

Pada akhirnya, tim kurator menyadari bahwa pameran ini merupakan titik awal dari sebuah proyek berkelanjutan mengenai luasnya kemungkinan yang dapat hadir dari metode membaca. Tidak menutup kemungkinan bahwa dalam waktu yang akan datang, tim kurator berkesempatan untuk melakukan kurasi pameran-pameran baru untuk menantang metode membaca melalui konsep, konteks dan tempat yang berbeda. Kami sampaikan penghargaan kepada setiap pihak yang telah membantu dan terlibat dalam pameran Ways of Reading baik secara langsung atau tidak langsung. Tim kurator berharap agar tiap pihak yang telah membantu dan terlibat dalam pameran ini dapat tetap setia memberi dukungan atau kritik membangun untuk terselenggaranya pameran-pameran berikutnya.

Suasana pameran Ways of Reading.
Foto oleh Each Other Company

 


Ways of Reading: London

Pameran desain kolateral Indonesia Market Focus di The London Book Fair 2019

Intervensi Publik:
Sabtu–Rabu, 9–13 Maret 2019
11:00–18:00

Pameran:
Jumat–Sabtu, 15–16 Maret 2019
10:00–22:00

Diskusi:
How Do We Read Our City?

Jumat, 15 Maret 2019
19:00–21:00

Narasumber:

  • Januar Rianto (Further Reading, Jakarta)
  • Adwitya Dimas Satria, Ardy Hartono Kurniawan (Dua Studio, Jakarta)
  • Roger Bundschuh (Bundschuh Architekten, Berlin)
  • Evening Class (London)

 

Moderator:

  • David Hutama (AA School, London)

 

Lokasi Pameran:

Protein Studios
31 New Inn Yard
London
EC2A 3EY

Further Reading:

Januar Rianto
Immanuel J. Palar
Chrisvensia Layhadi
Sheila M. Berlian
www.further-reading.club / @further.reading

 

Dua Studio:

Adwitya Dimas Satria
Ardy Hartono Kurniawan
Wilusty Tengara
Marco Victorio
Natasha Martawijana

www.dua.studio / @duastudio

#waysofreadinglondon

www.ways-of-reading.com

Quoted

If your creativity is not your passion, there won’t be passion in your creativity.
Be passionate… and never sell yourself cheap

Lans Brahmantyo