Home > Read > News >
Jabat Sahabat: Tribut untuk Pri akhirnya terwujud!

160728-PriS-JabatSahabat6

Kawan-kawan yang baik, senang sekali pameran Pri S.: Sepilihan Karya dan Arsip akhirnya terwujud!

Terima kasih dan selamat untuk kawan-kawan yang telah mendukung kami secara finansial lewat program “Jabat Sahabat: Tribut untuk Pri S.” Tanpa kalian, tribut ini tidak akan pernah kesampaian.


Terlepas dari keberadaan DGI sebagai lembaga swadaya yang harus serba mengetatkan ikat pinggang, program patungan ini sendiri kami anggap sebagai salah satu langkah ideal untuk terus menyalakan semangat pelestarian sejarah desain grafis Indonesia. Kerja pengarsipan, pencatatan, pendorongan wacana, dan terutama upaya untuk membangun dialog antara sejarah dengan masa kini bukan pekerjaan mudah. Karenanya, tak mungkin kami lakukan seorang diri. Terima kasih karena dengan ikut mewujudkan kegiatan ini, kawan-kawan telah ikut percaya bahwa pengetahuan, sejarah, dan apresiasi kerja desain grafis (serta seni dan kebudayaan) adalah hal yang penting untuk diperjuangkan bersama-sama, bukan oleh individu ataupun institusi tunggal. Sekiranya kontribusi kawan-kawan menjadi nafas yang panjang, bukan hanya bagi DGI atau panitia kegiatan ini, melainkan juga bagi setiap mereka yang percaya bahwa sejarah, pengetahuan, dan wacana desain grafis Indonesia penting untuk terus dilakukan untuk kebaikan bersama. 

Sampai dengan hari ini, Rabu (03/08/16), dana yang masuk ke program Jabat Sahabat adalah sebesar Rp22.820.000,00 yang berasal dari 27 orang pendonasi yang berasal dari berbagai kota di Indonesia maupun luar Indonesia, yakni:

(publikasi nama sesuai persetujuan partisipan Jabat Sahabat)
– EM
– PT
– Bima Nurin
– Kathrinna Rakhmavika
– DW
– AAS
– Berti Alia
– AK
– ESR
– HAA
– SNPB
– BP
– Ifa Safira Sagir
– Nena Mutmainna
– RNH
– Basnendar Herryprilosadoso
– IC
– EE
– DR
– VHW
– ICS
– Novian Denny Nugraha
– Visious Studio
– RMS
– EG
– FDA
– FS
– RL, dan
– murid Pak Pri nun jauh di sana.

 

Dana di atas dipergunakan oleh panitia untuk ikut menutupi kebutuhan-kebutuhan berikut ini:
1. Operasional (administrasi, akomodasi, transportasi, dan komunikasi) Rp3.200.000,00
2. Penelitian dan kuratorial Rp10.549.200,00
3. Produksi materi cetak dan publikasi Rp6.873.000,00
4. Produksi merchandise dan pembelian produk apresiasi Rp8.555.000,00
5. Handling, pengelolaan, dan display karya Rp35.000.000,00
6. Konsumsi seluruh rangkaian acara Rp17.500.000,00
(Total: Rp81.677.200,00)

 

Meski juga didorong oleh alasan sentimentil personal kami sebagai murid dan sahabat Pri S., acara ini kami selenggarakan dengan alasan yang jauh lebih besar: Priyanto Sunarto adalah sosok penting dalam seni rupa Indonesia terutama di riak-riak seni rupa Indonesia 1970-an sekaligus dalam desain grafis Indonesia dan pendidikan tingginya yang ikut ia pelopori bersama A.D. Pirous dan T. Sutanto. Perannya itulah yang turut melengkapi puzzle pembacaan praktik seni rupa dan desain grafis Indonesia hingga saat ini. Namun, Pak Pri adalah pribadi rendah hati yang antipopularitas hingga menjauhkannya dari lampu sorot ketenaran, walau karya dan gagasannya begitu penting. Tribut ini adalah sebuah inisiatif besar untuk memperkenalkan kembali tokoh besar ini, bukan hanya bagi orang-orang dari generasi Pri, tapi juga bagi generasi masa kini yang turut memegang tongkat estafet perkembangan seni dan desain Indonesia. 

Tak lupa, terima kasih juga untuk kawan-kawan yang telah mendukung dalam bentuk tenaga, waktu, jaringan, dan moril, yakni: para pembuat mural, videografer, fotografer, pemandu pameran, serta rekan-rekan jaringan AIDIA dan ADGI Bandung. 

Seorang kawan pernah berkata, “Niat baik akan selalu menemukan jalannya sendiri.” Terima kasih telah menjadi bagian untuk mewujudkan niatan itu! Yuk, terus bersama menjadi bagian dari perjalanan panjang ini (:

Quoted

Desain (grafis) adalah kata kerja–bukan kata benda–karena mengutamakan proses; berupa pengolahan nilai keunikan dan keotentikan dari suatu problem

Eka Sofyan Rizal