Logo Mirip: Bausch+Lomb dengan Bank Danamon

Danamon-dan-Bausch-Lomb-Logo-1-560x395

LOGO MIRIP: BAUSCH+LOMB DENGAN BANK DANAMON

Beberapa tahun yang lalu saya pergi ke toko optik/kacamata di daerah Depok. Di tengah pembicaraan dengan petugas toko mata saya tertarik pada sebuah brosur/leaflet di sebuah rak-saji (display) toko tersebut. Biasanya agak enggan membawa/menyimpan brosur, tetapi kali ini mau-tak-mau saya mengambilnya. Brosur itu tentang perusahaan optik Bausch + Lomb (berbasis di Rochester, NY dengan lebih dari 10.000 pegawai di seluruh dunia), yang menurut saya, logo/simbol-nya mirip dengan logo/simbol Bank Danamon. Entah kenapa waktu itu saya tidak langsung membuat tulisan tentang kemiripan tersebut. Begitu lamanya, baru sekarang tergerak untuk menulis. Agar lebih lengkap saya mencari data dan referensi tambahan.

Berikut adalah uraian ringkas berdasarkan data-data yang saya peroleh:

– Sosialisasi logo baru Bank Danamon sekitar tahun 2002 (berdasarkan Bank Danamon – Investor Newsletter tahun 2003, halaman 2 & 3).
– Bausch + Lomb berdiri sejak tahun 1853, tentu logonya yang mirip tersebut diluncurkan setelah tahun 1853, logo yang mirip baru diluncurkan tahun 2004.
– Bank Danamon menyatakan konsep logonya adalah mercu-suar, sementara Bausch + Lomb dikenal sebagai “pathways logo“.
– Jadi ketika tahun 2004 “pathways logo” Bausch + Lomb diluncurkan, logo Bank Danamon sudah tampil 2 tahun sebelumnya.
– Tahun 2010 “pathways logo” tersebut diganti dengan logo baru.

 Dibilang mirip 100% tentu dapat didebat, walaupun “core-visual“-nya adalah sama yaitu “segitiga-segitiga-horizontal yang membentuk jalan/cahaya”. Secara detail perbedaannya, adalah sebagai berikut:

– Simbol: Bausch + Lomb menampilkan dua-segitiga, Bank Danamon menampilkan empat-segitiga.
– Simbol: Bausch + Lomb, sisi tegak lurus segitiga yang besar mengarah ke atas, yang kecil ke arah bawah, Bank Danamon sebaliknya sisi tegak lurus segitiga besar mengarah ke bawah, yang kecil ke arah atas.
– Simbol: Bausch + Lomb berwarna hijau dan biru, “namestyle” berwarna hitam sedangkan logo Bank Danamon berwarna jingga, oker, dan kuning, “namestyle“-nya berwarna hijau.

Dalam rentang tahun 2004-2010  kedua logo tersebut masing-masing mewakili citra sebuah perusahaan optik berbasis di Rochester, New York dan sebuah bank berbasis di Jakarta. Tahun 2010 “pathways logo” Bausch + Lomb diganti sedangkan sampai sekarang logo Bank Danamon masih digunakan. Menurut rekan-rekan desainer, praktisi komvis, pakar merek (branding consultant) termasuk anda, apa benar logo (lama) Bausch + Lomb mirip logo Bank Danamon?

Demi kemajuan kita bersama, ditunggu responnya. Salam.

 


SIMILAR LOGO: BAUSCH+LOMB WITH BANK DANAMON

Several years ago I went to the optical shop / spectacles in Depok, administrative city outside Jakarta. In the midst of the conversation with the store clerk’s, My eyes stared interestingly at a brochure / leaflet in the store display. Usually somewhat reluctant to carry brochures, but this time I had to take it. It’s about the optics company brochure Bausch + Lomb (based in Rochester, NY with more than 10,000 employees around the world), which in my opinion, the logo/symbol similar to the logo/symbol Bank Danamon. Somehow that time I did not immediately make a post about the similarities. For so long, only now moved to write. I am looking to make it more complete data and additional references.

Here is a brief description based on the data that I get:

– Socialization Bank’s new logo around 2002 (by Bank Danamon – Investor Newsletter 2003, pages 2 & 3)
– Bausch + Lomb was founded in 1853, of a similar logo was launched after 1853, like the new logo was launched in 2004.
– Bank Danamon said the concept of the logo is a lighthouse, while Bausch + Lomb is known as “pathways logo”.
– So when the year 2004 “pathways logo” Bausch + Lomb launched, Bank Danamon logo has appeared 2 years earlier.
– In 2010 “pathways logo” is replaced with a new logo.

 Arguably similar 100% certainly can be debated, although the core-visual is the same “horizontal triangles that make up the road/light”. In detail the difference, is as follows:

– Symbol: Bausch + Lomb featuring two-triangles, Bank Danamon featuring four-triangles.
– Symbol: Bausch + Lomb, the perpendicular sides of the triangle pointing upward, a small downward, Bank Danamon opposite side of the upright triangle pointing downwards, a small upward.
– Symbol: Bausch + Lomb green and blue, “namestyle” black while the Bank’s logo is orange, ocher, and yellow, “namestyle” was colored green.

 In the span of years 2004-2010 the two logos representing each image an optical company based in Rochester, New York and a bank based in Jakarta. In 2010 “pathways logo” Bausch + Lomb is replaced while the Bank’s logo still in use today. According to fellow designers, visual communication practitioners, expert brand (branding consultant), including you, is it true logo (old) Bausch + Lomb logo similar to Bank Danamon?

For the sake of our collective progress, waiting for the response. Warmest regards.

 


TANGGAPAN

Sonia pada 29 Juli 2013:

Saya salah seorang praktisi komvis, yang memang belum terlalu lama bergerak di bidang ini, krn umur saya baru 25 thn. Tapi saya ingin membagikan opini saya utk hal ini. Menurut saya jika diperhatikan benar2 memang simbol yg digunakan di logo kedua brand ini mirip. Tapi perlu diingat bahwa brand itu adalah suatu identitas yang tidak hanya ditentukan dari logo saja, tapi juga dari banyak elemen lain seperti elemen visual sekunder, jenis perusahaan, visi misi perusahaan, karakter perusahaan, dll.

Jika SEANDAINYA kemiripan ini terjadi krn ‘siapa’ meniru ‘siapa’ (Danamon meniru B&L ato sebaliknya), mungkin itu bisa diperkarakan. Tetapi jika terjadi secara kebetulan, saya rasa hal ini wajar. Karena di dunia ini jumlah brand itu sangat, sangat, sangatlah banyak, dan tidak ada satupun hal yang original jaman sekarang ini. Sesuatu yg baru pasti terinspirasi sesuatu yg lama. untuk membandingkan 2 brand tidak bisa hanya dilihat dari logonya saja, tapi juga elemen lain yg saya sebut td di atas. Paling gampang untuk ngecek, buka aja website nya. Dan saya barusan ngecek website nya B&L, logonya udah bukan yg mirip Danamon itu. Mereka menggunakan tanda “+” (plus) sebagai simbol logonya, yang mungkin kalau (ada waktu) Anda mencari-cari logo yang mirip dengan itu, saya rasa pasti bisa ketemu. Toh PMI jg pake simbol plus untuk logonya.

Kesimpulannya, ya itu tadi, membandingkan 2 brand tidak hanya dari logo saja. Thank you & semoga menginspirasi.

Widarto Adi pada 29 Juli 2013:

Sebenarnya kalau mirip, rasanya tidak ada masalah. Biasanya kalau mengundang masalah baru jadi problem. Semisal, membuat konsumen bingung, membuat konsumen jadi beralih ke produk tersebut (yang mirip/menjiplak). Karena logo tidak sekedar form grafis tanpa makna (ada falsafah di belakangnya), ketika berbeda warna dan form saja sudah bisa dibilang berbeda, yg bisa kita sitir adalah proximity overall formnya, alias secara garis besar/sekilas mirip, tetapi balik lagi ke paragraf utama, ada masalah tidak nanti? Kalau klient tidak masalah,biasanya tidak apa. Menjadi masalah kalau klient keberatan. Kalau sudah keberatan, jadilah masalah, ini juga salah satu masalah mencari desain logo lewat sayembara dan lewat browsing stock logo, apalagi social media, tidak ada riset mendalam akan logo.

Saya pernah lihat, konsultan branding besar, selalu menyajikan analisis berupa varian warna dan bentuk dari logo yg akan dipakai (atau dijadikan opsi ke client mereka). Logo Apple computer fyi, mirip dengan apple bank (google saja, tidak ada hubungannya dengan apple computer), dan applenya beatles.Yang saya tangkap (maaf kalau salah) ada nada “keberatan” dalam tulisan ini karena mirip design logo antar dua perusahaan ini, apa betul? Jika betul, kira-kira apa yg mendasari? Karena terus terang saya sebagai freelancer tertarik, ketika saya mengerjakan design buat client, baik probono ataupun berbayar, tolok ukur (utama) saya adalah klient, edukasi ke mereka tentu, tapi saya pribadi, tidak ada masalah dengan kemiripan logo (asal usahanya yg beda bidang). Karena terus terang, interpolasi grafis bidang dua dimensi, pasti ujung-ujungnya semua variasinya dan polanya tidak mungkin tidak akan terulang. Demikian, terimakasih atas ulasannya, sangat menarik untuk dibahas.

Ritchie Permadi pada 29 Juli 2013:

Halo Mas Ade,

Menurut saya membahas kemiripan logo ini jangan hanya dari segi visual atau apa yang kelihatan dari luarnya. Namun perlu juga ditinjau konsep dari logo, karena logo yang ditiru begitu saja tidak kemudian ada artinya, terlebih jenis usaha Bausch+Lomb dan Danamon sangat berbeda.

Seperti yang kita semua tahu, Bausch+Lomb adalah perusahaan optik asal Rochester yang didirikan oleh imigran dari Jerman. Sebagai perusahaan yang berhubungan dengan lensa, logo “pathways” ini langsung mengingatkan saya dengan pelajaran fisika, yaitu diagram sinar yang melalui lensa convex (cembung) dengan objek di luar titik fokus. Sekedar menyegarkan ingatan teman-teman, lensa cembung berfungsi untuk memfokuskan cahaya. Mengapa begitu? Saya sudah membuatkan diagram yang menjelaskan konsep ini: http://img96.imageshack.us/img96/1540/ufre.jpg

Menurut saya logo dari Bausch+Lomb ini–lepas dari apakah dia meniru logo Bank Danamon atau tidak–cukup serasi dengan bidang usahanya. Logo ini berasal dari konsep konkrit fisika, sedangkan logo Bank Danamon berasal dari konsep emosional mercu suar, yang tidak memiliki hubungan secara langsung dengan bidang usahanya sebagai bank.

Maaf jika komentar saya kurang berkenan, hanya ingin share masalah ini dari sudut pandang yang berbeda. Sekedar kelakar visual, logo Danamon memiliki 8 segitiga, bukan 4 :p hehehe

Edy SR pada 30 Juli 2013:

Tulisan menarik, Mas Ade. Begitu juga beragam komentar rekan-rekan, asyik. Tapi dalam konteks branding, brandmark (logo) tidak sebatas gambar. Ada nilai yang direpresentasikan, yaitu brand value.
Untuk memperkaya perspektif, silakan simak tulisan saya “Menggambar Logo, Membaca Branding

Semoga bermanfaat.

Ade Rastiardi pada 4 Agustus 2013:

Terima kasih atas semua respon dan komentar rekan-rekan. Yang dibahas dalam tulisan diatas hanya identitas visual yang merupakan bagian dari identitas korporat (corporate identity), dimana identitas visual adalah representasi perusahaan / lembaga, yang paling mudah dilihat atau dikenali oleh publik. Menarik untuk disimak justru pertanyaan ‘kenapa mirip?’. Berikut adalah latar-belakang fakta yang memunculkan pertanyaan tersebut sehingga kemiripan yang bersangkutan diturunkan dalam bentuk tulisan di atas, sebagai berikut :

Aspek Latar Belakang & Pendataan
-Logo-B+L-mirip tersebut, baru enam tahun (2004-2010) sudah diganti dengan logo baru berupa logomark dengan tanda plus, kurun waktu yang sangat singkat dan patut dipertanyakan untuk usia identitas visual, mengingat B+L perusahaan besar kelas dunia, jaringan kantornya bertebaran di seluruh dunia kantor dengan lebih dari 10.000 personil. ( kecuali ada alasan mendasar yang memaksa harus ganti. Maskapai penerbangan Korea Selatan : Korean Air Lines Flight 007, beberapa puluh tahun yang lalu, ditembak oleh pesawat tempur Uni Sovyet sekarang Rusia, karena dicurigai sebagai pesawat mata-mata. Ini mendadak mengharuskan Korean Air Lines mengganti bukan saja logo tapi juga nama /naming-nya dari Korean Airlines menjadi Korean Air, gara-gara peristiwa tersebut di atas)

-Konsultan logo B+L adalah perusahaan branding yang cukup kenamaan, dengan klien-klien seperti : British Airways, Es Krim Wall, Intell, Mastercard, Nestle, Juventus, UPS, dan banyak lagi. Kantornya ada di 21 negara termasuk Singapura tetangga dekat Indonesia.
– Logo Danamon telah diresmikan tahun 2002 atau 2 tahun sebelum logo-B+L-mirip, yang baru diluncurkan pada tahun 2004.
– Berdasarkan data, walaupun untuk Indonesia ditangani oleh kantor B+L di Malaysia, namun produk B+L dipasarkan di Indonesia. Mestinya mereka punya data tentang dunia bisnis dan industri di Indonesia dan data para pelakunya di berbagai bidang termasuk bidang keuangan / perbankan. Klien / perusahaan kelas dunia seperti B+L tentu mempunyai program terencana dengan dan waktu yang cukup untuk menggarap sebuah program identitas visual. Taruhlah pembuatan logo B+L yang mirip tsb. kategori rush-job, misalnya 6 bulan, atau katakanlah 3 bulan sebelum tahun 2004, sangat mengherankan data tentang visual logo Bank Danamon yang sudah terpublikasi sejak 2002 tidak terdeteksi oleh tim desain konsultan logo-nya yang berkelas internasional. Apalagi dengan kemudahan akses mencari data di era internet sekarang ini.

Aspek Filosofi Dan Solusi Visual
– Selain visual yang juga mirip, kedua logo Danamon dan logo-B+L-mirip konsep/filosofinya, sama-sama berbasis cahaya. Bank Danamon menyatakan konsepnya adalah mercu-suar, sedangkan B+L, bergerak di bidang optik/lensa, kesehatan mata dsb. konsepnya sudut pembiasan (mereka menamakannya ‘pathways’)
-untuk konsep/filosofi cahaya, solusi visualnya bisa sangat banyak baik dari aspek bentuk visual, gaya/style, unsur-pembentuk-visual dsb.
-Mirip memang tidak persis sama, lain dengan Persis, bahasa Jawanya Plek (eja ‘Plek’ seperti mengeja ‘Tumplek’). Persis/Plek adalah 100% sama alias identik.
-Logo/Simbol dengan bentuk-bentuk universal tak terhindarkan pasti secara visual akan cenderung mirip. Desainer yang kreatif tentu mampu mensiasati hal ini, sehingga kemiripan tersebut dapat dihindari, paling tidak kadarnya diperkecil. Lebih hebat lagi bila seorang desainer dapat menghindari dua-duanya, tidak mirip dan tidak persis, walau pun mengacu pada konsep/filosofi yang sama.

Demikian penjelasan diatas saya sampaikan. Sungguh menyenangkan dapat berdiskusi dan tukar-pikiran demi kemajuan kita bersama. Salam.

Quoted

If your creativity is not your passion, there won’t be passion in your creativity.
Be passionate… and never sell yourself cheap

Lans Brahmantyo