Hubungan Rancangan Grafis dengan Seni Copet

Introduksi singkat pengantar pameran bersama tiga perancang grafis Hanny Kardinata, Gauri Nasution, Didit Chris Purnomo pada 16-24 Juni 1980 di Erasmus Huis, Jakarta Pusat.

 


 

Give me a piece of paper,
a pen,
and ink;
and I will revolutionize the world…
—Friedrich Nietzsche (1844-1900)

MAAF…
Bila kutipan Nietzche di halaman depan tadi terlalu bombas. Sorry, bila anda juga jenuh dengan perkataan “seni” itu sendiri. Yah, apa-apa mau disebut seni. Seni lukis. Seni musik. Seni peran, Seni foto. Hidup pun kadang-kadang juga disebut sebagai suatu seni. Bahkan seni-copet pun diakui eksistensinya. Dan kini, seolah-olah masih kekurangan segala macam seni, kita membahas seni dalam perancangan grafis secara singkat…

KENAPA?
Mungkin anda tidak, atau belum, mengetahui pentingnya arti dan fungsi perancangan grafis dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, peradaban dan kebudayaan manusia sudah terjalin begitu erat dengan rancangan grafis, hingga kehadirannya hampir tidak disadari lagi.

AH… MASA?
Misalnya anda mengirimkan fotokopi ijazah sekolah anda keluar kota melalui pos, untuk suatu keperluan. Tindakan yang sederhana ini saja sudah melibatkan anda dengan perancangan grafis secara cukup mendalam.

Ijazah anda merupakan produk perancangan grafis. Uang yang anda berikan pada supir taxi sebagai pembayar ongkos ke kantor-pos adalah produk perancangan grafis juga; yang satu ini sangat disukai tukang-tukang copet! (Jadi, tukang copet sebetulnya punya apresiasi seni yang lumayan juga; karena mereka pun tidak sembarang main comot!) Perangko yang anda tempelkan pada amplop yang anda kirimkan, lagi-lagi juga merupakan produk perancangan grafis.

Turun dari taxi, anda segera dikerubuti penjual-penjual berbagai benda-pos dan kartu-kartu ucapan selamat: lagi-lagi produk perancangan grafis! Memasuki gedung kantor-pos, anda dihadang berbagai poster dalambermacam ukuran dan rancangan; ah! produk perancangan grafis lagi!

Sampul kaset, kalender, majalah, buku dan bahkan booklet yang sedang anda genggam ini; semuanya termasuk produk-produk perancangan grafis. Terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu.

LALU APA?
Pameran ini bermaksud memberikan gambaran akan proses kreatif berbagai hasil perancangan grafis. Dari selembar kertas kosong, pena dan tinta – meminjam istilah Nietzche – sampai, ya, sebut saja apa! Pokoknya dari “nol” sampai “jadi”.

LHO!
… katanya sudah cukup banyak produk-produk perancangan grafis yang mengelilingi kita dalam kehidupan sehari-hari. Lalu buat apa dipamerkan lagi dalam suatu pameran khusus?

ADA YANG MENARIK!
Ketika Coca-Cola membobolkan benteng pertahanan Cina; hampir semua koran top dunia memberitakan keberhasilan penyerbuan ini dalam halaman-halaman utama. Tulisan Coca-Cola dalam logotype orisinil direndengkan denganversi bahasa Cinan-nya.
Sebuah sukses pemasaran?
Memang.
Sebuah prestasi diplomatik?
Tidak bisa disangkal.
Sebuah revolusi kebudayaan hidup?
Begitulah.

Tetapi orang yang paling bangga di dunia ini, barangkali adalah perancang grafis yang mencipta logotype Coca-Cola itu. Karena di balik logotype yang cuma beberapa senti itu, sesungguhnya tersembunyi suatu proses kreatifitas yang panjang dan rumit, tetapi cukup menarik. Menarik untuk diketahui. Menarik untuk dinikmati.

Proses kreatif inilah yang kini kami perlihatkan kepada anda.
SELAMAT MENYAKSIKAN!

 


Sumber: Brosur “Pameran Rancangan Grafis ‘80 Hanny, Gauri, Didit”

Quoted

Limitations and distractions are hidden blessings

Nigel Sielegar