Kembali menghargai proses dalam berkarya, sebagai kerja desain yang humanis. Karena pertama-tama kita adalah manusia, baru desainer.
“Seorang desainer harus memiliki keberpihakan pada konteks membangun manusia Indonesia. Peka, tanggap, berwawasan, komunikatif adalah modal menjadikan desainnya sebagai alat perubahan”