Kembali menghargai proses dalam berkarya, sebagai kerja desain yang humanis. Karena pertama-tama kita adalah manusia, baru desainer.
Kini perkembangn alat-alat perupaan (penciptaan sekaligus penghadiran rupa) semakin canggih luar biasa. Ketrampilan tangan dirampas sambil ditertawakan oleh ketrampilan mesin yang lebih mudah, cepat, rapih, “sempurna” (secara teknis). Kemampuan yang sepertinya lebih pas/cocok dengan jaman industri yang menuntut serba cepat, produktif, menjual, seperti sekarang ini.