Home > Read > News >
Creative Industry Day 2007

PAMERAN INDUSTRI KREATIF DI TRADE EXPO INDONESIA 2007

23 – 27 Oktober 2007 pukul 10.00 – 20.00 WIB
Icon Pavilion di Hall D2 Jakarta International Expo
(Arena Pekan Raya Jakarta)


Peserta Industri Kreatif:
Cam Solution
Stratego
BubuChika
Matahari Studios
Jerry Aurum Design & Photography
A-BOX
Hello;motion
Netpolitan
Admire
MakkiMakki BC
Andramatin Architect
Urbane Indonesia
TonTon Architect
DAGADU Djogdja
Petakumpet Advertising Yogyakarta
Artnivora
Inkara Design
Red & White Publishing
Concept Magazine
Piranti Works
Tritek
Castle Production
DKV BiNus
Digital Studio College
Chriscomics


 Suasana di dalam Anjungan Produk Utama (APU) di Hall D2, Kemayoran, Jakarta, 25 Oktober 2007


Suasana di dalam Anjungan Produk Utama (APU) di Hall D2, Kemayoran, Jakarta, 25 Oktober 2007

Pada Hari Kamis 25 Oktober 2007 pukul 10.00 – 20.00 WIB akan diadakan acara CREATIVE INDUSTRY DAY di ICON PAVILION’S THEATER di Hall D2 Jakarta International Expo (Arena PRJ) yang akan menampilkan presentasi dari:

10.00 – 11.00
NETPOLITAN: “e-learning 2.0”

11.00 – 12.00
BUBUCHIKA: “lalulelang.com, The New E-Comerce Mobile and Online Auction”

12.00 – 13.00
ISTIRAHAT

13.00 – 14.00

PETAKUMPET Advertising: “Understanding Local Culture to Create Impactful Branding”

14.00 – 15.00
MAKKIMAKKI Branding Consultant: “Competing Globally with Brand Distinction”

15.00 – 16.00
JERRY AURUM Design & Photography: “Professional Photographer: The Best Job in The World”

16.00 – 17.00
STRATEGO : “Pengembangan Konten Interaktif dan Advergames di Indonesia”

17.00 – 18.00
DKV BiNus: “Menciptakan Sinergi Dunia Pendidikan Desain dengan Kalangan Industri Produk dan Jasa Indonesia”

18.00 – 19.00
CONCEPT Magazine: “Creative Publishing”

19.00 – 20.00
CASTLE Production: “Potensi Ekspor Digital Content” & Pemutaran Film

Acara “CREATIVE INDUSTRY DAY” FREE OF CHARGE” selama tempat tersedia.


INDUSTRI EKONOMI KREATIF MENGGELIAT

Jakarta – Sumbangan industri ekonomi kreatif seperti seni, musik, fashion, dan periklanan terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia terus meningkat.

Tahun ini kontribusi industri ekonomi kreatif diperkirakan mencapai 4,75 persen terhadap PDB Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam jumpa pers di sela-sela ‘Trade Expo Indonesia’ di Jakarta International Expo, Kemayoran, Selasa (23/10/2007).

Mari menjelaskan paling tidak ada 3 sub kategori ekonomi kreatif yang kontribusinya paling besar yakni fashion 30 persen, kerajinan 23 persen dan periklanan 18 persen.

“Industri kreatif telah menyerap 3,7 juta tenaga kerja atau 4,7 persen lapangan kerja di Indonesia dan telah memberikan kontribusi ekspor sekitar 7 persen,” ujar Mari.

Menurut Mari angka itu masih estimasi kasar dan belum mencerminkan sumbangan keseluruhan yang hingga akhir tahun diperkirakan akan terus naik, khususnya industri musik dan fashion.

“Itu masih bagian dari pekerjaan rumah kami untuk meningkatkan terus industri ekonomi kreatif termasuk perlindungan atas HaKI,” ujarnya.

Depdag pun kini tengah menyiapkan mapping industri ekonomi kreatif. Akhir tahun ini mapping ditargetkan selesai.

Berdasarkan data BPS, industri ekonomi kreatif terdiri dari 15 kategori. Selain 3 kategori tadi ada juga arsitektur, desain, pasar seni, film dan video, musik, software, hiburan interaktif, seni pertujukan penerbitan dan jasa komputer. (ddn/ir)

Sumber: Arin Widiyanti – detikfinance, Selasa, 23/10/2007 17:06 WIB

http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/23/time/170644/idnews/844156/idkanal/4


INDUSTRI KREATIF 5 YAHUN KEDEPAN SUMBANG PDB 10%

Jakarta – Industri ekonomi kreatif yang saat ini tengah menggeliat ditargetkan dalam 5-8 tahun mendatang dapat menyumbang PDB sebesar 10%.

Sementara tahun ini, industri kreatif baru menyumbang 5% ke PDB. Industri kreatif contohnya bergerak di sektor seni, musik, fashion, periklanan, kuliner, dan kerajinan.

Demikian dikatakan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu disela-sela acara peresmian Alun-Alun Indonesia, di Grand Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (29/10/2007).

“Namun saat ini hambatan yang dihadapi adalah konsistensi kualitas seperti pengemasan delivery yang sesuai standar dan mutu. Selain itu memenuhi order yang besar dalam waktu yang singkat mengingat rata-rata industri kreatif adalah UKM,” ujar Mari.

Menurut Mari harus dibuat road map yang jelas untuk mengarahkan industri kreatif ini menyumbang 10% PDB dengan pembahasan inter departemen.

“Dengan demikian produk Indonesia menjadi benar-benar dikenal dunia. Saat ini seperti mutiara sudah memasok 40% kebutuhan dunia,” kata Mari.

Untuk itu kata Mari, akan terus dilakukan pendidikan dan pengembangan SDM demi menciptakan produk yang sesuai permintaan pasar.

Mari juga mengatakan perlunya peningkatan daya saing untuk bisa tembus pasar Eropa seiring terus menguatnya euro terhadap dolar AS.

Saat ini baru empat negara utama di Uni Eropa yang jadi tujuan ekspor Indonesia yakni, Jerman, Prancis, Inggris dan Belanda.

Mengenai target ekspor tahun depan menurutnya akan tumbuh 10-12 persen. Ekspor Indonesia tetap mengunggulkan produk yang berbasis sumber daya alam.

Selain itu beberapa perusahaan sudah merealisasikan ekspansi investasinya diantaranya TPT, elektronik dan sepatu. Diharapkan tahun depan bisa menunjang peningkatan ekspor Indonesia. (ir/ard)

Sumber: Arin Widiyanti – detikfinance, Senin, 29/10/2007 16:40 WIB

http://www.detikfinance.com/index.php?url=http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/10/tgl/29/time/164016/idnews/846099/idkanal/4

Indonesia Design Power Presentation

Quoted

Ketika dari mata tak turun ke hati, desain pun gagal total

Bambang Widodo