Home > Read > News >
FX Harsono Menerima ‘Joseph Balestier Award for the Freedom of Art’

Singapura, 20 Januari 2015 – Seniman kontemporer Indonesia, FX Harsono, dinobatkan sebagai pemenang dalam penyelenggaraan perdana ‘Joseph Balestier Award for the Freedom of Art’, yang bertempat di Gedung Kedutaan Amerika Serikat, Singapura. FX Harsono menerima hadiah sebesar $5,000, trofi, dan sertifikat. Penghargaan ini diserahkan oleh Kirk Wagar (Duta Amerika Serikat di Singapura) dan Lorenzo Rudolf (Pendiri dan Direktur Pameran Art Stage Singapore).

“Ketujuh nominator ‘Joseph Balestier Award for the Freedom of Art’ telah menunjukkan komitmen terhadap seni dan kebebasan berekspresi di kawasan ASEAN. Selama perjalanan karirnya, FX Harsono telah menjadi seorang pemimpin dan pionir dalam berkesenian yang mendorong kebebasan berbicara dan demokrasi—sebuah nilai universal yang dihargai oleh semua orang—sehingga akan membentuk budaya dan politik ASEAN saat ini dan di masa depan. Saya mengagumi keberanian dan keyakinan Pak Harsono, serta berharap seniman lain di seluruh ASEAN dapat terus mengikuti teladannya; di mana pun mereka berada, apa pun medium karyanya.”

1.-Pilgrimage-to-History

Pilgrimage to History, 2013

 

2.-Screen-Shot-pilgrimage-7

Pilgrimage to History, 2013

 

3.-Rewriting-on-the-Tomb

Rewriting on the Tomb, 2013

 

Selama 40 tahun, FX Harsono telah memainkan peran penting dalam seni kontemporer di Indonesia. Karya-karya seni instalasi dan pertunjukannya yang sarat kritik mengangkat mulai dari wacana pro-demokrasi hingga beragam pengalaman etnik minoritas. Karyanya seringkali berbicara mengenai penindasan dan perasaan ‘dilainkan’ yang sering ia temui. Penobatan Harsono dari 7 nominator di penghargaan ini didasarkan pada aktivisme tulusnya dalam kancah seni kontemporer, di mana ia terus meneliti realitas sosial yang ada di negara asalnya.

“Kami mengucapkan selamat kepada FX Harsono yang dianugerahi penghargaan ‘Joseph Balestier Award for the Freedom of Art’. Semua seniman yang dinominasikan adalah teladan dari nilai-nilai yang diusung dalam penghargaan ini. Seni kontemporer yang berpengaruh lebih dari sekedar dekorasi maupun hasil kerajinan yang sempurna. Sikap dan posisilah yang terutama; suatu sikap yang diambil oleh seorang seniman kontemporer, atau dengan kata lain, seorang individualis. Dan apa sikap dasar individualis itu? Untuk menjadi dan bertindak bebas. Saya berharap penghargaan ini akan mendorong banyak seniman Asia Tenggara serta mendukung mereka untuk memainkan peran penting yang harus dimiliki di tengah-tengah sebuah masyarakat modern”, ujar Lorezo Rudolf selaku pendiri dan direktur pameran, Art Stage Singapore.

Selain FX Harsono, seniman yang dinominasikan adalah: Aye Ko (Myanmar), Lee Wen (Singapura), Manit Sriwanichpoom (Thailand), Nadiah Bamadhaj (Malaysia), Pablo Baen Santos (Filipina), dan Svay Sareth (Kamboja). ‘Joseph Balestier Award for the Freedom of Art’ mengapresiasi seniman atau kurator di Kawasan Asia Tenggara yang secara aktif—melalui karyanya—berkomitmen pada kebebasan seni, ekspresi, serta kebebasan itu sendiri. Penghargaan ini dinamai Joseph Balestier, seorang diplomat Amerika Serikat pertama yang terakreditasi di Singapura, penunjuk Konsul Amerika ke Singapura pada 1836, juga kerabat dari seorang pahlawan Amerika, Paul Revere.

4.-writing-in-the-rain

Writing in the Rain, 2011

 

5.-Rewriting-the-erased-name

Rewriting the Erased, 2009

 

 


Sumber: Art Stage Singapore

Quoted

“Seorang desainer harus memiliki keberpihakan pada konteks membangun manusia Indonesia. Peka, tanggap, berwawasan, komunikatif adalah modal menjadikan desainnya sebagai alat perubahan”

Arif 'Ayib' Budiman