Home > Read > News >
Liputan | TYPOTOPIA: Pameran Seni Instalasi Media Korea-Indonesia ke-2

P1060361s

“Sebagai permainan pikiran kita, kekuatan imajinasi memungkinan kita untuk lebih berinteraksi dan mendorong partisipasi aktif kita dalam seni. Oleh karena itu, seni rupa kontemporer yang didasarkan pada kontingensi, fiksi, dan trik, hanya memberi rasa tidak sebanyak yang kita tahu, tapi sebanyak yang bisa kita bayangkan. Hal ini yang juga ditunjukkan dalam pameran TYPOTOPIA yang menegaskan hubungan antara prinsip imajinasi dan seni hari ini.” –Jeong-ok Jeon, kurator TYPOTOPIA

Sebagai bagian dari Festival Korea-Indonesia pada bulan Oktober 2014, Center for Art and Community Management Surya University mempersembahkan TYPOTOPIA, Pameran Seni Instalasi & Media Korea-Indonesia ke-2 yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Korea dan Galeri Nasional, menampilkan karya 13 seniman dari Korea dan Indonesia. Terinspirasi oleh Hangul (alphabet Korea), alphabet Roman/Latin, dan kata-kata, seniman yang berpartisipasi berusaha untuk mengeksplorasi ekskresi artistik mereka dengan elemen tipografi.

Dengan tujuan untuk menunjukkan pembangunan bersama budaya Indonesia dan Korea melalui pertukaran dan perayaan kedua budaya dalam ranah publik, para seniman menampilkan penemuan kembali huruf, teks, dan symbol yang mewakili kedua Negara (Korea & Indonesia) sebagai media alat berkomunikasi, makna ekspresi estetis, dan juga sebagai metode bermain. Upaya tersebut ditafsirkan dalam cara kontemporer melalui berbagai media seperti instalasi video, motion graphic, animasi, obyek interaktif, dan tipografi dalam perabot. Oleh sebab itu, karya seni ini akan dipamerkan dalam tiga tema: Tipografi + Seni, Tipografi + Teknologi, dan Tipografi + Permainan.

“Pameran ini diharapkan menjadi semacam penghubung kita dalam melihat seni dan tipografi, tentu dalam frekuensi pameran seni medium baru. Kedua hal tersebut masing-masing sarat akan makna, berkaitan dengan banyak hal, termasuk latar belakang dan cara kita memandang. Maka dengan latar belakang para seniman, termasuk seniman-seniman dari Korea, kita bisa berharap ada pertukaran bahasa ungkap budaya diantara mereka dan antara pengujung, lalu kita nanti bisa menguji, apakah benar salah satu kebutuhan manusia adalah simbolisasi.” –Hilmi Fabeta, kurator TYPOTOPIA

 

P1060302s

Peace Monumentally
2014, Spray Paint, Wood, 400 cm x 250 cm x 60 cm

Dengan konsep karya”Tulisan dalam Tulisan”, karya Bujangan urban & Tangsel Creative Foundation mengacak-acak persepsi orang tentang bahasa dan makna. Dalam dialektika bahasa kita mengucapkan apa yang terbaca, apa yang telah disepakati. Karya ini akan membaurkan kesepakatan tersebut, meski dengan makna yang sama, maka masihkah kita percaya tentang kesepakatan verbal dalam perihal bahasa karya dan atau tata ruang kota.

P1060367s

P1060367ss

P1060365s

P1060366s

Hangul, Blossom
2009, Print, 594 cm x 840 cm

Heo Changbong mengekspresikan penggunaan Hangeul (alfabet Korea) dilengkapi dengan menggunakan kombinasi berbagai macam bentuk seperti pembesaran, simetri, pengulangan. Dengan cara ini, saya menggagas perspektif baru dalam keindahan Hangeul.

P1060305s

P1060308s

P1060309s

Menata Kata Kota
2013, Galvanized Wire, Car Paint and Clear Coating
21 cm x 130 cm x 8 cm

Ramadhani Kurniawan mengkombinasi komposisi organik dan geometris membentuk pola beragam yang secara keseluruhan menampilkan impresi visual gedung-gedung. Karya ini terinspirasi dari konstruksi tata kota yang didasari kekuatan rancang bangun dan disimbolkan dalam kata “kota”.

P1060412s

P1060424s

P1060414s

Terhah Font Installation #2
2014, Fern, Moss, Wire Mesh, Variable Dimension

Syaiful “Tepu” Aulia Garibaldi menunjukkan sudut pandang kuat yang khas akan seni yang bertabrakan dengan sains dalam budi bahasanya. Karyanya tentang lingkungan immersive tercetus dari ketertarikan dalam jaringan dan ekologi lingkungan yang tidak terhubung, dari sumber daya mikroorganisme sebagai simbol kematian dan kerusakan, seperti hidup. Penggabungan seni dan sains terlihat dalam karya ini dan memberi jalan untuk gerbang baru ilmu pengetahuan yang diterangkan dalam instalasi dan cetak.

“Sistem huruf merupakan salah satu bentuk teknologi tertua yang prototipenya diperkirakan sudah ada sejak 2000 tahun sebelum masehi di peradaban mesir setelah ideogram hiroglif diciptakan. Bentuk visual ini diciptakan sebagai sistem komunikasi simbolik oleh peradaban manusia. Loncat ke masa kini, penggunaan huruf sebagai simbol komunikasi secara visual telah menjadi sebuah bidang yang kini dikenal dengan istilah tipografi.” –Evelyn Huang, kurator TYPOTOPIA.

ARU_7346-s

P1060398s

Amizade, Hangul
2011, 2008, Motion Graphic, Video Loop

Song Joomyoung menginterpretasikan Hangul dengan membangun gambar perusahaan dan institusi menggunakan media seni dan desain bahasa di tengah industri dan seni yang berbasis di Asia. Seoul, sebuah kota yang berubah dari waktu ke waktu, dan masyarakat Korea diinterpretasikan dan dibentuk kembali oleh seorang seniman di garis depan perubahan industri. Tidak hanya kata-kata dalam bahasa namun jantung dari masyarakat Korea.

ARU_7348-copy

P1060401s

Peradaban (Civilization)
2014, Mixed Media Installation, variable dimension

Adityo Pratomo menceritakan bagaimana peradaban dibangun dari konstruksi huruf, kata , dan tindakan yang saling berhubungan antara organisme hidup melalui energi dari zat organik. Audiens diundang untuk berinteraksi dengan teks yang telah diprogram sebelumnya dan mengubah bentuk dan tampilannya secara dinamis dengan menuangkan air kedalam wadah yang terhubung dengan komputer. Setiap tindakan akan menghasilkan visual yang berbeda yang diterjemahkan dengan implementasi algoritma khusus dalam kode komputer.

ARU_7352s

P1060313ss

P1060384s

Playing with Pixel Hangul
2014, Animation, Video Installation

Narpati Awangga a.k.a Oomleo memodifikasi font dengan memanfaatkan elemen terkecil yang ada pada tampilan monitor digital, kemudian menghasilkan persepsi tentang font dalam “dunia tanpa persepktif” yaitu komposisi font dan proyeksi isometrik.

“Seni telah menyerupai permainan, perasaan bermain-main telah menjadi elemen penting dalam seni.” –Jeong-ok Jeon, kurator TYPOTOPIA

P1060353s

ARU_7853s

Hangul+Imagine
2009, Interactive Installation, Variable Dimension

Choi Seung Joon terinspirasi dari mainan anak-anak yang belum fasih membaca dan menulis Hangul namun dapat memainkan huruf HANGUL sebagai balok desain. Bertujuan untuk mengeluarkan makna dari huruf, karya ini coba mengajak pengujung untuk melihat apa yang bisa dibayangkan diluar kemampuan membaca melalui bentuk random huruf HANGUL.

P1060394s

P1060390s

Alpha Bit
2014, Wood, Variable dimension

Kim Yongkwan mengajak pengujung bermain dengan membuat alfabet apapun hanya dengan 7 potongan.

P1060336s

P1060332s

Pieces of Me
2010 (Revised 2014), Interactive Digital Game, Game Engine by Gerdi Budi, Variable Dimension

Karya Terra Bajraghosa dimulai dengan material desain, temuan gambar, atau grafik harian dari media populer seperti iklan majalah, band poster, pin-up majalah, kemasan, atau bahkan lukisan klasik di katalog seni. Ia menambahkan narasi dan komentar sosialnya sendiri pada objek tersebut, menciptakan dalam versinya sendiri dengan tema yang dipengaruhi oleh budaya lokal dan populer. Terra menyadari bahwa karyanya bukan hanya sekedar bercerita atau mengatarkan sebuah pesan namun juga sebuah usaha untuk menghibur orang lain.

10295269_1493850334234522_5125080719767498861_o

1979177_1493850050901217_4145678517358885820_o

S+G Sculpture
2014, Plywood Painted in Black Gloss, 140 cm x 120 cm x 100 cm

Yasser Rizky menyelami forma tipografi digital dan menghadirkannya dalam bentuk nyata di ruang tiga dimensi. Dalam usahanya mencari, mengeksplorasi dan memvisualisasikan ide abstrak dari karakter “s” dan “g”, Yasser menggabungkan kedua huruf tersebut secara eksplisit dan menemukan keindahan dalam kekacauan struktur huruf yang telah digabungkan. Dengan pendekatan bentuk, struktur geometris dan garis-garis tegas, Yasser menawarkan bentuk “s” + “g” menjadi suatu bentuk seni abstrak yang non representasional.


Pameran Seni Instalasi Media Korea-Indonesia ke-2

TYPOTOPIA

8 – 31 Oktober 2014
10:00 – 22:00 WIB
Lotte Shopping Avenue
West Entrance Ground Floor

Kurator: ARCOLABS

Seniman: Adityo Pratomo, Ahn Sang-soo (안상수), Bujangan Urban, Choi Seung Joon (최승준), Heo Chang Bong (허창봉), Kim Yong Kwan (김용관), Narpati Awangga a.k.a Oomleo, Ramadhani Kurniawan, Song Joo Myoung (송주명), Syaiful Aulia Garibaldi, Tangsel Creative Foundation, Terra Bajraghosa, Yasser Rizky


Foto oleh: Dokumentasi DGI dan Arcolabs Surya University
Teks dikutip dan dikembangkan dari Katalog Pameran TYPOTOPIA, kurator, dan seniman yang berpartisipasi dalam TYPOTOPIA.

Quoted

When you do what you like, you won’t get sick of it too long, if ever.

Jerry Aurum