Home > Read > News >
Meet the Curator: Sita Subijakto

SitaSubijakto-Profil

Memperkenalkan salah seorang tokoh senior dalam dunia desain dan kreatif Indonesia yang turut ambil bagian untuk mengurasi karya-karya dalam COLLECTED: Sita Subijakto.

Sita Subijakto menyelesaikan studinya di Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ—sekarang Institut Kesenian Jakarta (IKJ)) jurusan Seni Lukis dan Grafis Murni lalu meraih beasiswa di jurusan Painting & Graphic Art di St. Martin’s School of Arts, London. Ia telah mengawali kariernya di bidang perancangan artistik sejak dekade 80-an.

Menapaki karier di agensi periklanan, majalah perempuan remaja dan mode, dan mendirikan agensi kreatif pertama yang membuat acara fesyen di TV swasta pertama Indonesia, Sita Subijakto kini merupakan sosok yang memegang peranan utama dalam pengonsepan dan perancangan materi grafis kreatif ruang retail modern yang mendukung pengembangan produk berbasis kultural Indonesia, Alun-Alun Indonesia. Sebagai Head of Creative Department, sentuhan gagasan dan perancangan Sita Subijakto yang menjadikan setiap elemen grafis Alun-Alun Indonesia—mulai dari window display hingga berbagai grafis di sejumlah acara di galeri—memiliki identitasnya tersendiri. Selain Alun-Alun Indonesia, Sita Subijakto juga merangkap sebagai Head of Creative Seibu Department Store dengan tanggung jawab serupa.

Semenjak akhir masa studinya hingga sekarang, perempuan bernama lengkap Sita Damayanti Subijakto Warman ini telah dianugerahi sejumlah penghargaan, antara lain: Piala Ali Sadikin pada 1997 untuk kategori Grafis Murni, Piala Joop Ave pada 1984 untuk poster kebudayaannya, serta sejumlah penghargaan yang diperoleh bersama agensi yang turut ia dirikan pada 1992, Headline Creative Communications.

Bukunya yang berjudul Tanah Air Indonesia diterbitkan pada tahun 2006 dalam dua bahasa oleh Departemen Perdagangan RI. Buku anak ini ia buat agar anak-anak Indonesia mencintai dan bangga pada seni budaya tanah airnya sendiri.

 


 

Sejumlah karya Sita Subijakto:

Logo The Dharmawangsa

Logo The Dharmawangsa

Logo & Booklet (X) S M L

Logo & Booklet (X) S M L

Iklan Tira (1987) Ini adalah iklan pertama pada tahun tersebut yang berani menampilkan hanya logo tanpa alamat-alamat outlet yang biasanya memenuhi bagian bawah iklan.

Iklan Tira (1987)
Ini adalah iklan pertama pada tahun tersebut yang berani menampilkan hanya logo tanpa alamat-alamat outlet yang biasanya memenuhi bagian bawah iklan.

Brosur Tenun Baron (2000)

Brosur Tenun Baron (2000)

Brosur Pertunjukan Syukuri Aceh Damai (2006)

Brosur Pertunjukan Syukuri Aceh Damai (2006)

Brosur acara 10 Tahun Panasonic Awards (2006)

Brosur acara 10 Tahun Panasonic Awards (2006)

Brosur OscarOscar Couture

Brosur OscarOscar Couture

Undangan Elenity

Undangan Elenity

Company Profile Moshee

Company Profile Moshee

Company Profile Harapan Prima

Company Profile Harapan Prima

Company Profile Biu Biu - Bali

Company Profile Biu Biu – Bali

Brosur Fashion Show Ghea, Biyan, dan Prayudi di Bali untuk acara "CNN Style with Elsa Klensch". Setiap brosur diikat dengan daun lontar yang disemat bunga kamboja.

Brosur Fashion Show Ghea, Biyan, dan Prayudi di Bali untuk acara “CNN Style with Elsa Klensch”.
Setiap brosur diikat dengan daun lontar yang disemat bunga kamboja.

Halaman brosur Biyan (2000)

Halaman brosur Biyan (2000)

Halaman brosur Biyan (2000)

Halaman brosur Biyan (2000)

Brosur Adrian Gan

Brosur Adrian Gan

 


 

COLLECTED merupakan proyek buku kolaborasi Desain Grafis Indonesia bersama Corse Design Factory yang akan menjadi sebuah kompilasi profil para desainer grafis kontemporer Indonesia, baik yang bekerja di dalam maupun luar negeri. COLLECTED merupakan satu langkah dalam perjalanan menemukan jati diri desain(er) grafis Indonesia.

Submisi karya Anda ke submission@dgi.or.id
Syarat dan ketentuan submisi: COLLECTED: Call for Submissions

Quoted

“Keberhasilan merancang logo banyak dikaitkan sebagai misteri, intuisi, bakat alami, “hoki” bahkan wangsit hingga fengshui. Tetapi saya pribadi percaya campur tangan Tuhan dalam pekerjaan tangan kita sebagai desainer adalah misteri yang layak menjadi renungan.”

Henricus Kusbiantoro