Home > Read > News >
Mixed Feelings: AARO

Atreyu Moniaga Project Mempersembahkan AARO: Pameran Perdana oleh Empat Seniman di CAN’S Gallery, Jakarta 

Pameran tahunan ketiga belas dari program inkubasi seni Atreyu Moniaga Project menampilkan lebih dari empat puluh lukisan karya seniman pendatang baru yang mengeksplorasi tema seputar pencarian jati diri dan observasi keseharian di lingkungan urban. 

Jakarta, 17 April 2026 – Atreyu Moniaga Project (AMP) dengan bangga mempersembahkan ‘AARO’, pameran yang menampilkan karya dari Ada Khansa, Ansn Martin, Red Maerra, dan Oddyendry di CAN’S Gallery, Jakarta Pusat. Pameran perdana keempat seniman ini sekaligus menjadi puncak dari program inkubasi seni Atreyu Moniaga Project #13 yang telah mereka jalani selama sembilan belas bulan sejak September 2024. 

AARO: Ada Khansa, Ansn Martin, Red Maerra, Oddyendry 

AARO’ sebagai nama kolektif diambil dari inisial keempat seniman. Selain itu, judul ini berasal dari sebuah istilah bermakna “gunung yang menjulang kokoh.” Menurut Ada Khansa, pemilihan nama tersebut menyiratkan doa serta harapan agar perjalanan artistik keempat seniman senantiasa berada dalam naungan yang kuat. 

Pameran ‘AARO’ menampilkan lebih dari empat puluh karya dengan beragam medium di atas kanvas. Refleksi personal tentang proses pendewasaan dan observasi lingkungan sekitar menjadi benang merah dari empat seri lukisan yang memiliki ciri khas visual berlainan. Ada Khansa menampilkan seri berjudul ‘Sandbox’, dengan 10 karya yang melukiskan pergumulan batin yang mewarnai kesehariannya sejak kecil. Persepsi diri dan nilai-nilai hidup yang berubah seiring perjalanan waktu menjadi gagasan utama dalam 10 karya seri ‘WOY!’ oleh Ansn Martin. Red Maerra melalui seri ‘ASLPLS’ menyuguhkan 15 karya yang menyoroti keterasingan sebagai fenomena lazim di lingkungan urban yang terus terhubung secara digital. Sebelas karya dalam seri ‘Tungkal’ oleh Oddyendry menjadi proses napak tilas kampung halaman dan penerimaan masa lalu yang sudah terjadi. 

Ada Khansa
Ansn Martin
Red Maerra
Oddyendry

Dalam mempersiapkan ‘AARO’, keempat seniman ini tidak hanya mengasah kemampuan teknis penciptaan karya tetapi juga terlibat langsung dalam penggalangan dana pameran, perancangan publikasi dan pengarsipan, hingga koordinasi produksi pameran dan berjejaring dengan pelaku ekosistem seni rupa. Atreyu Moniaga, selaku penggagas dan mentor utama AMP menekankan pentingnya seniman muda peserta inkubasi ini untuk memahami praktik berkesenian seniman sebagai proses menyeluruh. “Seringkali kita menganggap menjadi seniman adalah kehidupan yang selalu glamor dan menyenangkan—berkarya tanpa beban, berpesta, tampil stylish setiap saat. Kita mungkin lupa atau luput melihat sisi lain yang membosankan, melelahkan, bahkan menyakitkan—revisi, deadline, kritik, konflik dengan tim, dan segala jatuh-bangun dalam proses persiapan pameran. Saya salut dengan komitmen AARO: mereka bekerja dengan sangat keras sehingga hasilnya terlihat begitu mudah untuk digapai. Padahal seperti mendaki gunung, prosesnya tidak gampang,” ujar Atreyu. 

Atreyu Moniaga bersama dengan seniman-seniman AARO.

Program inkubasi dan pameran ‘AARO’ kembali melibatkan kolaborator AMP yaitu Wilhemus Willy sebagai Perancang Grafis, Joshua Agustinus sebagai Perancang Pameran, dan Nin Djani sebagai Penulis. Keseluruhan proses inkubasi dan karya pameran juga diarsipkan dalam buku ‘AARO’ yang dicetak secara mandiri dan terbatas. 

CAN’S Gallery menjadi mitra pendukung ‘AARO’. “Selama lebih dari dua dekade, CAN’S selalu berkomitmen untuk memberi ruang tumbuh bagi seniman, kurator, kolektor dan institusi seni rupa Indonesia. Kami sangat bangga bisa terlibat dalam perjalanan awal para seniman AARO,” ujar Inge Santoso, direktur dari CAN’S Gallery. 

Pameran resmi dibuka oleh perancang senior Sebastian Gunawan.

Pameran ‘AARO’ dibuka untuk publik selama 18 April hingga 11 Mei 2026. Informasi lebih lanjut tentang tur, bincang seni, lokakarya dan program pengisi pameran lainnya akan disebarluaskan secara berkala melalui kanal Instagram @atreyumoniaga.project


Informasi Acara 

Jumat, 17 April 2026: Pratinjau 
15.00–16:30 | Konferensi Pers & Pratinjau Media 
18:30–18:45 | Pembukaan oleh CAN’S Gallery dan Atreyu Moniaga Project 
18.00–Selesai | Ramah Tamah & Pembukaan Galeri 

Sabtu, 18 April–Senin, 11 Mei 2026: Pameran 
Jam Operasional Galeri 
10:00–17:00 | Senin–Sabtu Galeri tutup setiap hari Minggu dan libur Nasional. 

Sabtu, 25 April 2026 : Bincang Seniman (Sesi Terbuka untuk Publik) 
13:00 – 15:00 | Bincang Seniman & Kolaborator 

Sabtu, 2 Mei 2026: Art Jamming (Sesi Terbatas untuk Undangan)
15:00 – 16:00 | Menggambar & Melukis Santai 

Rabu, 8 Mei 2026: Sesi Tur Galeri (Sesi Terbatas untuk Undangan)
13:00 – 15:00 | Tur Bersama AARO 

Sabtu, 9 Mei 2026 : Peluncuran Buku (Sesi Terbuka untuk Umum) 
13:00 – 15:00 | Peluncuran Buku & Diskusi 

Kontak Media 
Ada Khansa | +62 821-1352-6868 (WhatsApp) 


Tentang Atreyu Moniaga Project 

Atreyu Moniaga Project (AMP) digagas pada tahun 2013 oleh Atreyu Moniaga sebagai inisiatif independen untuk mendukung seniman muda merintis karir di dunia seni dan kreatif di Jakarta. Melalui dua jenis program: Mixed Feelings bagi pelukis, illustrator dan perancang grafis, dan ST/ART bagi fotografer, AMP berjalan sebagai inkubasi intensif yang berlangsung selama enam bulan hingga satu tahun. Setiap seniman tidak hanya aktif dalam membuat karya, tetapi juga dituntut untuk terlibat langsung dalam pembuatan pameran kelompok dan menerbitkan buku yang mendokumentasikan perjalanan inkubasi mereka. Dalam prosesnya, mereka belajar untuk bekerja sama secara kolaboratif dan mengelola tantangan yang muncul ketika bekerja dengan orang banyak, seperti kendala komunikasi, menerima kritik, hingga anggaran, logistik, dan bekerja sesuai tenggat waktu. https://www.atreyumoniaga.com/amp 

Quoted

To me, good design is what we call right design. Good comes after right. We have to do both good and right design. We can’t choose one or the other.

Ismiaji Cahyono