Garis Waktu Desain Grafis Indonesia 2000–2012

Awal 2000

Nama Program Studi Desain Grafis Universitas Bina Nusantara disesuaikan dengan Kopertis menjadi Desain Komunikasi Visual atau disingkat DKV.

Sumber: Sejarah DKV Binus University.

 

 

2002

Majalah desain grafis pertama di Indonesia

M. Arief Budiman

M. Arief Budiman

Dimotori oleh M Arief Budiman (Petakumpet) majalah desain grafis pertama Blank! Magazine terbit di Yogyakarta dengan visi ingin memberdayakan orang-orang kreatif melalui sudut pandang visual yang ekstrem (To empower creative people through extreme visual perspective). Setelah beroperasi selama kurang lebih 2 tahun (2002–2004), Blank! Magazine harus ditutup pada 3 Maret 2004, setelah merugi lebih dari 140 juta rupiah. Penerbitan majalah ini berlangsung hingga enam edisi.

blank-magazine-pig-front

blank-magazine-pig-back

T-shirt seragam tim pengelola Blank! Magazine. Sumber foto: Kaos Blank!

 

 

2003

Forum Desainer Grafis Indonesia (FDGI) berdiri

Forum Desainer Grafis Indonesia (FDGI) diwacanakan pada awal tahun 2000 oleh 3 orang desainer grafis profesional dan pengajar desain grafis yaitu Hastjarjo Boedi Wibowo, Mendiola Budi Wiryawan dan Arif PSA dengan tujuan untuk memberdayakan profesi desainer grafis baik dari segi keilmuan maupun praksis di Indonesia, tetapi baru diresmikan pada saat FDGI menyelenggarakan Pameran Poster “Melihat Indonesia Damai” pada tanggal 6-14 Juni 2003 di Bentara Budaya, Jakarta.

Hastjarjo Boedi Wibowo, Mendiola Budi Wiryawan, dan Arif PSA

Hastjarjo Boedi Wibowo, Mendiola Budi Wiryawan, dan Arif PSA

Pameran diresmikan oleh Prof. Dr. Fuad Hasan bersama Prof. Dr. Selo Sumardjan dan dihadiri oleh sekitar 400 orang. Kegiatan ini menjadi awal merekatkan kembali hubungan dan membuka komunikasi antar desainer grafis baik profesional maupun akademisi yang sempat vakum sebelumnya.

 

 

2003

Dari Forum Desainer Grafis Indonesia menjadi Forum Desain Grafis Indonesia

Pada tanggal 11 Juli 2003 FDGI mengadakan rapat kerja (raker) di Pesona Florence, Blok H4 No. 50 Kota Wisata Cibubur yang menghasilkan perubahan nama FDGI dari Forum Desainer Grafis Indonesia menjadi Forum Desain Grafis Indonesia yang dimaksudkan agar FDGI menjangkau seluruh pemangku kepentingan dalam desain grafis, jadi tidak hanya desainer grafis saja. Di samping itu FDGI menegaskan statusnya sebagai organisasi berbasis partisipatif bukan suatu asosiasi profesi yang berbasis membership. Pada Raker ini juga disepakati tanggal 11 Juli 2003 sebagai hari lahir FDGI, mengingat tidak adanya kejelasan mengenai hari lahir FDGI sejak tahun 2000. Hadir dalam raker ini: Inda Ariesta, Adi Yudhistira, Ryan Wijaya, Ahmad Nurul Fajri (Jerry), Arief Yaniadi, Arif PSA, Mendiola Budi Wiryawan dan Hastjarjo B Wibowo.

 

 

2003

8 November 2003
Jurusan Desain Komunikasi Visual Bina Nusantara melahirkan lulusan pertamanya yang berjumlah 50 mahasiswa. Upacara wisuda diselenggarakan di Balai Sidang dalam acara “Wisuda Angkatan 29“

Sumber: Sejarah DKV Binus University.

 

 

2004

 

Majalah desain grafis Concept diterbitkan oleh pasangan suami isteri Djoko Hartanto dan Fifi Oesman di bawah perusahaan penerbitan PT Concept Media.

Djoko Hartanto & Fifi Oesman

Djoko Hartanto & Fifi Oesman

FDGI juga menjadi salah satu organisasi yang mendorong kemunculan majalah ini, di mana Hastjarjo B Wibowo salah seorang pendiri FDGI menjadi Editor in Chief-nya yang pertama. Di majalah “Concept” selama tahun pertama FDGI mempunyai kolom tetap FDGI Spot.

Perjalanan majalah ini terhenti pada edisi 48 (2011).

Concept Volume 01 Edisi 05, 2005, Magazine Cover, “Serat Selarasa”, 2005

Concept Volume 01 Edisi 05, 2005, Magazine Cover, “Serat Selarasa”, 2005

 

 

2004

FDGI&Friends pertama

FDGI & Friends #1 “Link & Match Industri Desain Grafis & Pendidikan Tinggi Desain Grafis” diadakan pada tanggal 4 April 2004. Narasumber: Mendiola Budi Wiryawan di wwwok Café, Kemang. Sampai akhir 2008, FDGI&Friends sudah terselenggara 19 kali.

 

 

 

2005

Fabio Gherardi, Ian Perkins dan Henricus Kusbiantoro di Indonesia

Pada 11 Maret 2005 FDGI menyelenggarakan Seminar “Cambridge, Bandung, Modena via New York” dengan pembicara Fabio Gherardi, Ian Perkins dan Henricus Kusbiantoro di Universitas Bina Nusantara dan Institut Teknologi Bandung, yang dilanjutkan pada 17 Maret 2005 dengan Workshop Desain Exhibition dengan instruktur Fabio Gherardi di Gallery Soemardja Institut Teknologi Bandung.

Pada 24 Maret 2005: “Visual Branding From Museum To Corporate Giant” diselenggarakan bersama majalah Cakram: Fabio Gherardi, Ian Perkins, Henricus Kusbiantoro, dan Sakti Makki dengan moderator Danton Sihombing, di Ballroom Intercontinental Mid Plaza yang dilanjutkan pada 25 Maret 2005: “Workshop Desain Museum”, Instruktur: Fabio Gherardi di Museum Nasional Jakarta dan acara “Designer Gathering Aware, Share, Care Together” di Bangsal Kertarajasa Museum Nasional, Jakarta.

 

 

2005

Pameran Poster Internasional Light of Hope for Indonesia

Pada tanggal 7-11 September 2005 FDGI menyelenggarakan Pameran Poster Internasional “Light of Hope for Indonesia” di arena FGD Expo 2005 yang diikuti oleh 66 desainer dari 17 negara yaitu: Indonesia, USA, India, Japan, Malaysia, Singapore, South Korea, The Netherlands, Thailand, Vietnam, Taiwan, Iran, Germany, UK, Canada, Denmarkdan Hong Kong dan kegiatan ini menjadi pameran poster terbesar di Indonesia dalam kurun waktu 16 tahun terakhir. Pameran ini juga di pamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta, 9-13 Oktober 2005, di Campus Center, Institut Teknologi Bandung 19-22 Oktober, 2005 dan di Universitas Kristen Petra Surabaya 18-24 November 2005.

Mendiola Budi Wiryawan, Poster “Light of Hope for Indonesia”

Mendiola Budi Wiryawan, Poster “Light of Hope for Indonesia”

Hermawan Tanzil, Poster “Light of Hope for Indonesia”

Hermawan Tanzil, Poster “Light of Hope for Indonesia”

Sumber: Posters (2000-2009).

 

 

2005

Pada tanggal 8 September 2005 dalam acara “Gathering and Talk Show-It’s Graphic Designers United!” di arena FGD Expo 2005, Jakarta Convention Center, yang diselenggarakan oleh FDGI, diterbitkan Memorandum ADGI kepada Gauri Nasution, Danton Sihombing, Hastjarjo B Wibowo dan Mendiola B Wiryawan untuk mempersiapkan Kongres ADGI dalam waktu 6 bulan.

Kanan-Kiri: Atas Andi S Boediman, Ardian Elkana, Danton Sihombing, Divina Natalia, Hermawan Tanzil, Irvan A Noeman, Lans Brahmantyo, Sakti Makki.

Kanan-Kiri: Atas (Andi S Boediman, Ardian Elkana, Divina Natalia, Hermawan Tanzil), Bawah (Irvan A Noeman, Lans Brahmantyo, Sakti Makki, Danton Sihombing)

Pada bulan Oktober 2005 para penerima mandat membentuk Tim Revitalisasi ADGI yang terdiri dari 14 orang desainer, yaitu; Andi S Boediman, Ardian Elkana, Danton Sihombing, Divina Natalia, Djoko Hartanto, Gauri Nasution, Hastjarjo B Wibowo, Hermawan Tanzil, Ilma D Noe’man, Irvan A Noe’man, Lans Brahmantyo, Mendiola B Wiryawan, Nia Karlina dan Sakti Makki. Tim ini bekerja selama 5 bulan untuk merumuskan platform “Adgi Baru”. Berdasarkan evaluasi terhadap kinerja ADGI pada masa lalu dirumuskan branding platform Adgi baru yang kini hadir dengan deskripsi Indonesia Design Professionals Association.

 

 

2006

Program Studi Desain Komunikasi Visual, setingkat Jurusan ditempatkan langsung dibawah Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB.

 

 

2006

Pada tanggal 22 Februari 2006 sekitar 40 desainer menghadiri “Designer Gathering” di LeBoYe atas undangan tim 14 yang mencanangkan Revitalisasi Adgi. Tujuan pertemuan ini adalah untuk menghidupkan kembali asosiasi desainer yang sempat mati suri itu. Pertemuan malam itu menghasilkan logo baru Adgi serta rencana menggelar seminar pada bulan April 2006.

Logo ADGI versi 2006

Logo ADGI versi 2006

Setiap usulan dalam gathering dijadikan bahan diskusi dalam pertemuan-pertemuan Tim 14 sesudahnya, yang pada akhirnya menentukan format Adgi sebagai sebuah organisasinon-profit oriented yang berbentuk yayasan, yang berjuang bagi kepentingan anggotanya dan kemajuan desain nasional.

 

 

2006

Kongres Nasional Adgi pertama

Pada tanggal 19 April 2006 bertempat di Ballroom Hotel Le Meridien, Jakarta diselenggarakan Kongres Adgi dimana terpilih formasi presidium yang terdiri dari 5 orang yaitu Andi S Boediman, Danton Sihombing, Hastjarjo B Wibowo, Hermawan Tanzil dan Lans Brahmantyo untuk mengemban tugas memimpin Adgi selama periode 1 tahun dengan mengusung tema “Unifying Spirits”. Implementasi gagasan desentralisasi telah melahirkan Adgi-Jakarta Chapter yang diketuai oleh Nico A Pranoto dan Adgi -Surabaya Chapter yang diketuai oleh Yosua Alpha Buana.

Kongres pertama Adgi ini didahului oleh seminar bertema “The Power of Design in Creative Economy” yang menghadirkan dua desainer internasional, Simon Pemberton (Australian Graphic Designer Association, Australia) dan Kan Tai-Keung (Kan and Lau Design Consultant, Hong Kong) serta Direktur Utama Bank BNI 46, Sigit Pramono.

Tujuan seminar:
1. Menyatakan kepada publik pentingnya dan besarnya potensi yang dapat diberikan oleh desain grafis untuk meningkatkan kompetisi di dunia bisnis.
2. Memberi arahan ‘know-how’ di bidang desain grafis untuk menumbuhkan tingkat kompetisi di kancah bisnis Indonesia.
3. Menjadi wadah yang memberikan kesempatan kepada para profesional untuk belajar tentang trend, riset dan bisnis yang menggunakan desain grafis sebagai tool-nya.

adgi-1st-congres-poster-1

Hermawan Tanzil, Poster Kongres Nasional Adgi ke-1: Unifying Spirits

Hermawan Tanzil, Poster Kongres Nasional Adgi ke-1: Unifying Spirits

 

 

2006

Pada tanggal 16-30 Agustus 2006 Adgi menggelar pameran desain komunikasi visual “Petasan Grafis” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta dengan sub-judul “Pameran Nasionalisme Indonesia dalam Desain Komunikasi Visual”. Pameran yang dibuka oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu itu diawali dengan pemutaran video perjalanan IPGI sebelum menjadi ADGI, disusul penyerahan penghargaan untuk ke-5 pemenang kompetisi “Ide Awards” (Penghargaan Nasional Akademik Desain Grafis). Kompetisi ini diadakan khusus untuk mahasiswa desain komunikasi visual yang mewakili institusi-institusi pendidikan desain di Indonesia yang terbagi atas 3 pilihan tema:
1. Kemasan makanan tradisional Indonesia, misalnya ekspolorasi kemasan dodol durian, tape ketan dsb., mulai dari brand identity dan seterusnya
2. Event, misalnya promosi tari-tarian daerah, resital gamelan dsb., mulai dari logo event dan sebagainya
3. Destination Branding, misalnya mengolah program komunikasi visual suatu tempat yang menarik di Indonesia (pantai, museum, tempat bersejarah dsb.).

Setelah melalui penilaian dewan juri yang terdiri dari Hanny Kardinata (Desainer Grafis Senior), Sita Subijakto (Headline Creative Communication), Ipong Purnomosidi (Kurator Bentara Budaya, Jakarta), Nirwan Dewanto (Budayawan) dan Seno Gumira Ajidarma (Budayawan), keluar sebagai pemenang adalah karya “Dolanpiade” dari Digital Studio, Jakarta (Dicky Mardona, Meliana Sari Hermanto, Octavia Subiyanto, Rifki Zulkarnain, Welly Caslin); “Peranakan Idealis” dari Institut Kesenian Jakarta (Irvan Mulia Ahmadi, Rahayu Pratiwi, Husin Alkaff, Muhammad Rizki Lazuardy); “Lurjuk” dari Universitas Kristen Petra, Surabaya (Aileen Halim, Ang Siau Fang, Selvy Hermawan); “Batik Illusion” dari Universitas Bina Nusantara (Adeline Ardine, Fredy Susanto, Nadya Kartika) serta “Moralitas Pers” dari Universitas Bina Nusantara, Jakarta (Kezia Winarta Wahyuni Wijayati, Lia Anggraeni, Filina Vicentia, Tafrian).

Masih berkaitan dengan pameran dan “Ide Awards”, pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2006 digelar seminar dan talkshow dengan tema “Menyikapi booming pendidikan DKV dalam hubungannya dengan kualitas output yang dihasilkan”. Hadir sebagai pembicara, Andrian Dektisa Hagijanto, Sumbo Tinarbuko, Priyanto Sunarto dan Yongki Safanayong yang dimoderatori oleh Hastjarjo B Wibowo.

Hari kedua seminar dibawakan Djoko Hartanto (Majalah Concept), Nilam P Moeliono (Paper Project) dan Irwan Ahmett (Ahmett Salina) dengan moderator Irfan N Suryanto dan dengan tema ‘Visi dan tips persiapan bertarung dalam industri desain grafis’.

Sumber: Posters (2000-2009)

Hagung Sihag, Lasty Devira, Poster “Petasan Grafis”, 2006

Hagung Sihag, Lasty Devira, Poster “Petasan Grafis”, 2006

 

 

2007

13 Maret 2007: Situs DGI (Desain Grafis Indonesia) diluncurkan pada alamathttp://desaingrafisindonesia.wordpress.com/

Situs ini didirikan oleh Hanny Kardinata sebagai forum maya untuk memupuk saling pengertian di antara desainer grafis Indonesia. Tagline-nya berbunyi: “Fostering understanding among Indonesian graphic designers and its juncture in art, design, culture and society”. Konsep saling pengertian di situs ini diwujudkan melalui penerbitan bagian per bagian sejarah desain grafis Indonesia supaya angkatan muda mengetahui dan memahami apa yang telah dilakukan oleh angkatan-angkatan pendahulunya.

Situs DGI ini adalah embrio dari akan berdirinya Museum DGI (MDGI) di Desa Kreatif Chandari, Ciganjur, Jakarta Selatan.

Sumber: Situs Desain Grafis Indonesia (DGI) – Catatan Perjalanannya

 

 

2007

Grafisosial Indonesia didirikan

Adalah sebuah perhimpunan nirlaba yang aktif melakukan penelitian dan pendataan, penulisan dan publikasi, serta pelatihan, selain juga perancangan, dalam bidang desain grafis untuk kepentingan sosial.

Awalnya adalah sebuah komunitas bernama Masyarakat Desain untuk Humaniora (Madera) berdiri pada tahun 2002. Namun agar aktivitas menjadi lebih fokus pada desain grafis, maka pada tahun 2007 didirikanlah Grafisosial. Situs Jurnal Grafisosial beralamat di http://grafisosial.wordpress.com

Kurnia Setiawan, Toto M Mukmin, dan Arief Adityawan S.

Kurnia Setiawan, Toto M Mukmin, dan Arief Adityawan S.

Struktur Organisasi
Executive Director: Kurnia Setiawan
Managing Director: Toto M Mukmin
Design Director: Juli Asmanto
Creative Director: Agus Danarto
Programme Director: Gregorius Genep Sukendro
Research and Development Director: Arief Adityawan S
Finance and Administration Director: Theresia Airin Sani
General Affairs: Hendra Bakti

 

 

2007

1001 Inspiration Design Festival

“1001 Inspiration Design Festival”, sebuah acara berskala besar pertama di bidang komunikasi visual Indonesia (desain grafis, multimedia, animasi) yang diselenggarakan oleh majalah desain grafis Concept dan Digital Studio College. Acara yang digelar pada tanggal 17-25 April ini secara umum dipecah dalam dua bagian yaitu “Inspiration Light Up” (seminar kreatif menghadirkan pembicara luar dan dalam negeri, yang berlangsung 17-19 April di Crown Plaza Jakarta) dan Exhibition (memamerkan karya peserta kompetisi desain “1001 Cover Concept”, karya lulusan Digital Studio College, karya para desainer Inggris, serta acara hiburan lainnya), yang berlangsung 20-25 April di Senayan City Jakarta).

Sebagai bagian dari “1001 Inspiration Design Festival” majalah desain grafis Concept mengadakan kompetisi desain “1001 Cover Concept” yang bermaksud memecahkan rekor dunia ‘majalah dengan variasi cover terbanyak dalam satu edisi’. Kompetisi dengan hadiah terbesar sepanjang sejarah ini (hadiah utama sebuah mobil Chevrolet-Kalos) diadakan dengan tujuan untuk memberi kesempatan kepada para desainer muda Indonesia untuk ikut merasakan menjadi pemecah rekor bersama-sama.

Total karya yang masuk berjumlah lebih dari 1300 karya, yang setelah didata dan dipilah, ditentukan 1001 pemecah rekornya. Pada tahap berikutnya tim intern Concept menyeleksi 208 karya yang dinilai unggul. Ke 208 karya tersebut disaring lagi hingga menjadi 101 semifinalis untuk kemudian dinilai oleh 5 juri yang terdiri dari Hanny Kardinata (Desainer Grafis Senior), Hermawan Tanzil (Creative Director LeBoYe yang mewakili Adgi-Indonesia Design Professionals Association), Mendiola B Wiryawan (Creative Director Mendiola Design yang mewakili FDGI-Forum Desain Grafis Indonesia), Vera Tarjono (Art Director Majalah Concept) dan Stefanus Aristo Kristandyo (Marketing Manager General Motor yang mewakili GM sebagai sponsor utama).

Penjurian yang berlangsung di Ruang Pamer Seni Rupa-Institut Kesenian Jakarta itu memilih 11 finalis, yang kemudian dipersempit hingga menjadi tiga pemenang, masing-masing sebagai juara pertama Daud Budi Surya Nugraha, juara kedua Marishka Cempaka Dewi dan juara ketiga Agra Satria.

Daud Budi Surya Nugraha, Juara pertama kompetisi desain “1001 Cover Concept”, 2007.

Daud Budi Surya Nugraha, Juara pertama kompetisi desain “1001 Cover Concept”, 2007.

 

 

2007

Kongres Nasional Adgi kedua

Pada hari Kamis, tanggal 19 April 2007 jam 09.00 s/d 13.00 WIB dilaksanakan Kongres Nasional Adgi kedua di gedung Galeri Nasional, Jakarta. Kongres dihadiri 45 peserta undangan yang terdiri dari praktisi (desainer) dan pendidik.

Kongres memutuskan dan menetapkan 4 agenda penting yaitu:
1. Penerimaan laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya (presidium).
2. Penetapan draft AD/ART dan Kode Etik menjadi rancangan AD/ART dan Kode Etik untuk kemudian dihibahkan kepada pengurus mendatang untuk disempurnakan.
3. Pelantikan Dewan Penasehat yang terdiri dari: Gauri Nasution, Ign. Hermawan Tanzil, Irvan A Noe’man, Iwan Ramelan, dan Wagiono Sunarto.
4. Pemilihan, dan pelantikan Ketua Umum Adgi untuk periode pengurusan 2007–2010 atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku sesuai dengan yang tertera pada AD/ART yang telah disempurnakan. Dari 5 nama Calon Ketua Umum, terpilih satu dengan suara terbanyak yaitu sebanyak 27 suara adalah Danton Sihombing.

Selanjutnya, Danton Sihombing selaku Ketua Umum Adgi 2007-2010 menunjuk Mario Tetelepta sebagai Sekjen Adgi dan Irvan N Suryanto sebagai Direktur Pengembangan dan Pemasaran Produk.

 

 

2007

PT Concept Media mengembangkan diri dengan mengeluarkan dua penerbitan berkala baru yaitu: majalah ‘babyboss’ dan komik ALiA.

cover-babyboss-7

cover-babyboss-8

alia01

alia-2a

 

 

2007

Pameran Poster International “One Globe One Flag”

Pameran Poster International “One Globe One Flag” diadakan di Jakarta Convention Center bersamaan dengan acara FGD Expo 2007. Adgi selaku panitia pelaksana pameran turut mengundang desainer-desainer untuk berpartisipasi sebagai peserta pameran. Seluruh peserta pameran ini merupakan partisipan yang terdiri dari desainer-desainer Indonesia dan dunia.

one-globe-one-flag

Adgi besama FGD Expo 2007 (pameran industri grafika terbesar di Asia Tenggara) pada waktu bersamaan mengadakan acara “Think Big with Design” yang merupakan design conference terbesar dengan mengundang desainer-desainer kelas dunia: Kang Yun Je (Samsung), Chris Bangle (BMW), Karim Rashid (Karim Rashid Inc.), dll.

Hermawan Tanzil, Poster “One Globe One Flag”

Hermawan Tanzil, Poster “One Globe One Flag”

 

 

2007

Adgi Jakarta Chapter resmi terbentuk per 13 September 2007 berdasarkan SK No. 016/SK/IX/07/Adgi

Pengurus Adgi 2007-2010:

Dewan Penasehat
Gauri Nasution
Hermawan Tanzil
Irvan A Noe’man
Iwan Ramelan
Wagiono Sunarto

Pengurus Adgi Pusat
Ketua Umum: Danton Sihombing
Sekjen: Mario Tetelepta
Direktur Pengembangan Program: Irvan N Suryanto
Direktur Program Designer EDGE : Nico A Pranoto
Direktur Zoom-In: Ato Hertianto D
Direktur Program Produk dan Layanan Komersial: Imelda Dewayani
Direktur Keanggotaan: Praba SA
Direktur Komunikasi dan Media: Bima Shaw
Direktur Pendanaan, Sponsorship dan Humas: Nilam P Moeliono
Bendahara: Indah Tjahya Wulan
Koord. Gugus Tugas AD/ART & Kode Etik: Dio Bowo

Nilam P Moeliono dan Indah Tjahya Wulan.

Nilam P Moeliono dan Indah Tjahya Wulan.

Pengurus Adgi Jakarta
Ketua Chapter: Divina Natalia

Pengurus Adgi Surabaya
Ketua Chapter: Bing Fei

Pengurus Adgi Yogyakarta
Ketua Care Taker: M Arief Budiman

Pengurus Adgi Bali
Ketua Care Taker: Arief ‘Ayip’ Budiman

Pengurus Adgi Bandung
Dewan Formatur: Rudi Farid dan Oki Hamka

 

 

2007

Dari Adgi kembali ke ADGI

Adgi menyelenggarakan “Adgi Jakarta Chapter-Member Recruitment and Gathering Night 2007″ pada hari Kamis, 29 November 2007, jam 18.00-21.00 wib di Forbidden Citi, Jl. Wijaya I No. 55, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dari 86 desainer grafis yang hadir, tercatat hampir 40 orang mendaftarkan diri langsung menjadi anggota baru Adgi Jakarta Chapter periode Desember 2007-Desember 2008.

Logo baru ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia).

Logo baru ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia).

Pada peristiwa ini disampaikan antara lain perubahan nama asosiasi dari Adgi-Indonesia Design Professionals Association menjadi ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), kembali ke nama yang disepakati pada Kongres IPGI ke I di Jakarta Design Center tanggal 7 Mei 1994.

 

 

2007

2 Desember 2007: Situs DGI (Desain Grafis Indonesia) meluncurkan logonya. Seluruh identitas DGI dirancang oleh Henricus Kusbiantoro dari tempat tinggalnya di San Francisco.

Sumber: Situs Desain Grafis Indonesia (DGI) – Catatan Perjalanannya

Logo situs DGI dirancang oleh Henricus Kusbiantoro.

Logo situs DGI dirancang oleh Henricus Kusbiantoro.

 

 

14 Februari 2008

Guru Besar (profesor) pertama di bidang desain grafis dikukuhkan

Indonesia memiliki guru besar (profesor) pertama di bidang desain grafis pada tanggal 14 Februari 2008 pada acara Sidang Terbuka Senat Universitas Pelita Harapan untuk mengukuhkan Yongky Safanayong dalam jabatan Guru Besar Tetap Fakultas Desain & Teknik Perencanaan Universitas Pelita Harapan, melalui pidato pengukuhannya: Integrasi Tempat-Waktu-Kondisi-Sikap: sebagai Perspektif Baru dalam Desain Komunikasi Visual, yang disampaikannya di Gedung D lantai 5, Ruang 501, Kampus UPH Lippo Karawaci, Tangerang.

Sumber:
Prof. Drs. Yongky Safanayong
Integrasi Tempat-Waktu-Kondisi-Sikap: sebagai Perspektif Baru dalam Desain Komunikasi Visual

 

yongkysafanayong-1

Yongky Safanayong

 

 

 

Indra Abidin, lulusan pertama Jurusan Desain Grafis ITB (tahun 1973), terpilih sebagai Presiden Asosiasi Periklanan Dunia/International Advertising Association (IAA) untuk masa jabatan 2008-2010, sekaligus menjadi orang Asia pertama yang memimpin organisasi bergengsi ini.

Indra Abidin yang merupakan peraih Outstanding Award Recognition for Service Indonesia Advertising Agencies Association (2005) dan Ernst & Young Special Award for Corporate Social Responsibility (CSR) Entrepreneur of the Year (EOY) tahun 2005 tentang masyarakat Indonesia, juga merupakan salah satu tokoh pendiri AFAA (Asian Federation of Advertising Association), dilantik sebagai Presiden Asosiasi Periklanan Dunia (IAA) untuk 2 tahun masa jabatan di Renaissance Hotel di 999 9th street NW, Washington DC, Senin 7 April 2008.

Indra Abidin

Indra Abidin

 

 

2008

ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) Bali Chapter terbentuk

Setelah mengalami keterlambatan yang cukup panjang dan melalui sosialisasi intensif dalam 2 bulan, akhirnya ADGI Bali Chapter terbentuk kepengurusannya menyusul terbentuknya kepengurusan ADGI Chapter kota lainnya. Pada hari Jumat 9 Mei 2008 tepat jam 9.00 wita, sekitar 40-an desainer grafis Bali telah bersepakat menjalankan roda organisasi ADGI Bali Chapter untuk turut membangun industri Desain Grafis dan iklim usaha yang sehat di Indonesia. Utamanya untuk membangun pilar yang menunjang kekayaan dan keragaman budaya lokalitas dimana Bali memiliki hal sangat spesifik untuk dibangun.

Susunan Kepengurusan Adgi Bali Chapter

Dewan Penasehat Adgi Bali Chapter: Arif ‘Ayip’ Budiman, Komang Pawarta, Harry Udiarta, Jaya Pattra Ditya, Monteverdo Bensley

Ketua: Syaffrianto Hariadi
Wakil Ketua: Nur Eris M
Sekretaris: Firman Firdaus
Direktur Pengembangan Program: Adi Resana
Direktur Keanggotaan: Dian Hadi
Direktur Pembinaan Relasi: Eko Prabowo
Direktur Komunikasi dan Media: Edi Hernawan
Direktur Keuangan: Willy Agustianto
Wakil Direktur Keuangan: IGA Purwa S
Direktur Pendanaan Program: D.P. Arsa Putra
Koordinator Program ‘Zoom In’: Achmad Rivani
Koordinator Program ‘D-EDGE: Jango Pramartha

Arief ‘Ayip’ Budiman dan Syaffrianto Hariadi

Arief ‘Ayip’ Budiman dan Syaffrianto Hariadi

 

 

2008

ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) Yogyakarta Chapter terbentuk

Rapat ADGI Yogyakarta Chapter di Kopikopi Cafe, 26 Mei 2008 jam 19.00–23.00 yang dihadiri oleh A Noor Arief (Direktur Utama PT Aseli Dagadu Djokdja), Sumbo Tinarbuko (Direktur LSK Deskomvis, Kandidat Doktor FIB UGM, Dosen Diskomvis FSR ISI), SY Eri Kuncoro (Director Medcom), M Arief Budiman (Director PT Petakumpet Creative Network), Andika DJ. (Director Syafaat Advertising, Dosen ADVY), M Iqbal (Director Rekarupa) dan Rifqi Fauzi (Managing Director Srengenge Advertising) telah menghasilkan terbentuknya susunan pengurus ADGI Chapter Jogja.

Susunan Kepengurusan Adgi Yogyakarta Chapter

Dewan Penasehat Adgi Yogyakarta Chapter: A Noor Arief, ‘Ong’ Harry Wahyu, Sumbo Tinarbuko, SY Eri Kuncoro

Ketua: M Arief Budiman
Sekjen: Andika Dwijatmiko
Direktur Keuangan: M Iqbal
Direktur Program ‘Zoom In’: Nowo Juliarso
Direktur Program ‘D-EDGE’: FX Widyatmoko

Kiri-Kanan: A Noor Arief, ‘Ong’ Harry Wahyu, Sumbo Tinarbuko, Andika Dwijatmiko, M Iqbal, dan FX Widyatmoko.

Kiri-Kanan: A Noor Arief, ‘Ong’ Harry Wahyu, Sumbo Tinarbuko, Andika Dwijatmiko, M Iqbal, dan FX Widyatmoko.

 

 

2008

Nico A Pranoto berdasarkan SK No. 020/SK/VI/08/Adgi per tanggal 26 Juni 2008 resmi menjabat sebagai Sekjen Adgi periode 2007-2010.

Susunan Kepengurusan Adgi Nasional (2007-2010 menjadi:

Dewan Penasehat: Gauri Nasution, Hermawan Tanzil, Irvan Noe’man, Riswanto Ramelan, Wagiono Sunarto

Ketua Umum: Danton Sihombing
Sekjen: Nico A Pranoto
Direktur Pengembangan Program: Irvan N Suryanto
Direktur Keanggotaan: Praba Sunar Aristyawan
Direktur Pembinaan Relasi: Nilam P Moeliono
Direktur Komunikasi dan Media: Bima Shaw
Koordinator Gugus Tugas:
AD/ART dan Kode Etik Profesi: Dio Bowo, Mario Tetelepta

Kiri–Kanan: Nico A Pranoto, Irvan N Suryanto, dan Bima Shaw.

Kiri–Kanan: Nico A Pranoto, Irvan N Suryanto, dan Bima Shaw.

 

 

2008

Kategori Desain Grafis diadakan pertama kalinya di Pinasthika Festival Iklan

Pinasthika Festival Iklan Tahun 2008 berlangsung di Yogyakarta mulai tanggal 31 Juli sampai dengan 2 Agustus 2008, bertempat di Hotel Melia Purosani Yogyakarta. Untuk pertama kalinya diadakan kategori Desain Grafis pada ajang penghargaan untuk insan periklanan ini.

 

 

2008

Peresmian Adgi Bali Chapter: Sabtu, 2 Agustus 2008, Danes Art Veranda, Denpasar, Bali

 

 

Cover majalah Versus edisi #1, dengan tema: “Identitas KeIndonesiaan”

Cover majalah Versus edisi #1, dengan tema: “Identitas KeIndonesiaan”

2008

Kelahiran majalah kreatif berbasis desain grafis “Versus” diresmikan pada tanggal 8 Agustus 2008 di toko buku Aksara melalui pemotongan tumpeng oleh Hanny Kardinata(Chairman) dan Caroline F Sunarko (Business Director) dalam acara diskusi Hot Ice Tea #1: “Implikasi Pemahaman Sejarah terhadap Desain Grafis di Indonesia”. Majalah “Versus” edisi #1 terbit dengan tema “Identitas KeIndonesiaan“ dan mengadakan soft-launching pada acara Bedah Buku “Layout Dasar & Penerapannya” di Universitas Tarumanagara, Jakarta pada tanggal 14 November 2008.

Pada tanggal 13 Oktober 2009, Hanny Kardinata dan Caroline F Sunarko mengundurkan diri baik dari jajaran manajeman mau pun sebagai komisaris Versus.

Sumber:
Majalah VERSUS Edisi #1: Identitas KeIndonesiaan
Dari Acara Diskusi HIT (Hot Ice Tea) #1: “Implikasi Pemahaman Sejarah terhadap Desain Grafis di Indonesia”
Release Pengunduran Diri dari Versus

 

 

 

2008

Anugerah Samartharupa pertama kali diberikan

Untuk pertama kalinya diselenggarakan penganugerahan Samartharupa oleh DKV Binus sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para pribadi yang telah mendedikasikan perjalanan karirnya demi kemajuan desain grafis/komunikasi visual di Indonesia. Penganugerahan Samartharupa diselenggarakan di malam terakhir pameran Fresh n’ Brite, tanggal 11 September 2008 di Foodism lantai 7, fX lifestyle X’nter, Jakarta. Ada empat tokoh yang mendapatkan Samartharupa, mereka adalah AD Pirous, Riswanto Ramelan, Yongky Safanayong, dan Hanny Kardinata.

Sumber: Samartharupa, Jejak Terima Kasih DKV Binus

 

Para penerima Piala Lebah, Riswanto Ramelan, Hanny Kardinata, Prof. A. D. Pirous, Prof. Yongky Safanayong, serta Rektor BINUS University Prof. Dr. Gerardus Polla, M.App.Sc.

Para penerima Piala Lebah, Riswanto Ramelan, Hanny Kardinata, Prof. A. D. Pirous, Prof. Yongky Safanayong, serta Rektor BINUS University Prof. Dr. Gerardus Polla, M.App.Sc.

 

 

2008

Adgi Surabaya Chapter terbentuk per 28 November 2008 berdasarkan SK No. 025/SK/XI/08/Adgi.

Susunan Kepengurusan Adgi Surabaya Chapter

Penasehat Adgi Surabaya Chapter Yugo Mudayadi

Ketua: Bing Fei
Sekjen: Amelia Sidik
Direktur Keuangan: Maria Christina
Koordinator Keanggotaan: Rachmatsyam ‘Ramok’, Liliany Santoso
Koord. Pengembangan Program: Alvin Raditya, Djoko Budhi S
Koordinator Program ‘Zoom In’: Suhadi
Koordinator Program ‘D-EDGE’ : Christian Ang, Senja
Koord. Program ‘KaGetan’: —
Kasual Gathering-an: Gloria
Koordinator Publikasi: Yogi Tantra, Budihardjo

Kiri–Kanan: Bing Fei, Amelia Sidik, dan Alvin Raditya.

Kiri–Kanan: Bing Fei, Amelia Sidik, dan Alvin Raditya.

 

 

2009

TREND MENGGALI KEMBALI IDENTITAS KEBANGSAAN/KEARIFAN LOKAL PADA DESAIN GRAFIS TAHUN 2009

Tahun 2009 ini menjadi tahun dimana terjadi secara serentak berbagai upaya untuk merumuskan kembali identitas kebangsaan/kearifan lokal pada desain grafis melalui perhelatan-perhelatan, pergelaran-pergelaran dan kompetisi-kompetisi desain grafis, dimulai oleh IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009, IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009 yang berlanjut hingga pameran poster “Exploring Root of Identity”yang menjadi bagian dari tema besar Festival Kesenian Indonesia ke-6 di Jakarta,Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus – semuanya terjadi di Jakarta –, dan di Yogyakarta:Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”.

IGDA 2009, ajang penghargaan yang baru pertama kali akan diadakan di Indonesia, mengapresiasi secara khusus desain-desain yang merevitalisasi nilai-nilai budaya lokalnya. IPDA 2009, kompetisi desain poster dua tahunan, mengajak untuk menggali kembali “nilai luhur bangsa sebagai harta yang tak ternilai” (tema kompetisi). Dan pameran poster “Exploring Root of Identity” mengangkat tema “Exploring Root of Identity” sebagai konsep dasar dalam penyelenggaraan dan dalam prinsip kuratorial pameran. Sementara DKV Binus University dalam merayakan ulang tahunnya yang ke-10 menyajikan tema “Neo-Nasionalisme” sebagai cara pandang baru desainer muda dalam menyikapi masalah identitas kebangsaan dalam desain berbasis budaya di pergaulan global. Majalah Versus #5 menangkap kecenderungan ini dengan mengangkat isu“Desainer Grafis dan Kebangsaan” sebagai tema sentral editorialnya.

Detail masing-masing gejala tersebut tercatat di bawah ini:

4 Juli 2009

Ajang penghargaan desain grafis pertama berskala nasional di Indonesia dimulai

Pada tanggal 4 Juli 2009 diadakan konferensi pers IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009 di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Jakarta yang sekaligus menandai dimulainya ajang penghargaan desain grafis pertama berskala nasional ini.

IGDA adalah wujud penghargaan bermartabat bagi insan desain grafis Indonesia atas pencapaian kualitas karyanya yang diselenggarakan setiap tahun di Indonesia. IGDA diselenggarakan agar tercipta suatu standar yang menjadi tolak ukur (benchmark) bagi kualitas desain grafis Indonesia – yang setiap tahunnya dinyatakan kepada publik nasional dan internasional – sehingga kelak eksistensi desain grafis Indonesia bisa diperhitungkan di dunia internasional. Selain itu secara sistematik diharapkan terjadi pendokumentasian karya-karya desain grafis Indonesia untuk kelak diwujudkan dalam bentuk Museum Desain Grafis Indonesia (MDGI) yang berfungsi sebagai pusat studi dan pengembangan desain grafis Indonesia.

IGDA mengapresiasi secara khusus karya desain yang menghidupkan kembali (merevitalisasi) atau yang melakukan inovasi terhadap nilai-nilai budaya lokal
Ajang Panen Grafis 2009 – IGDA adalah unik dan berintikan kepada komitmen untuk merevitalisasi kekayaan desain lokal; mencari adaptasi, sinergi yang organik antara pengaruh luar dan warisan lokal; meneruskan tongkat estafet desain lokal pada generasi selanjutnya yang terasa lekat pada simbolisasi siklus padi dan desainer grafis sebagai petani desain.

Terbukti kini, yang mampu bertahan dalam serbuan pasar global adalah petani desain yang tidak hanya mampu terbuka dan menyaring budaya luar tetapi juga dapat merevitalisasi nilai-nilai budaya lokalnya sebagai sumber identitas desain grafis Indonesia untuk bersaing dan berkarakter layaknya sebuah merek nan unik di dunia internasional.

IGDA diselenggarakan oleh DGI (Desain Grafis Indonesia) dengan dukungan dari ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) dan FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia).

Poster Press Conference IGDA 2009, desainer grafis: Henricus Kusbiantoro, ilustrator: Triyadi Guntur

Poster Press Conference IGDA 2009, desainer grafis: Henricus Kusbiantoro, ilustrator: Triyadi Guntur

30 Juli–2 Agustus 2009

Pameran karya 24 finalis kompetisi desain poster IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009 di ajang FGDexpo 2009

Hasil kompetisi dwi-tahunan desain poster IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009 yang diselenggarakan dengan mengusung tema “Nilai Luhur Bangsa adalah Harta Tak Ternilai” dipamerkan di ajang FGDexpo 2009 pada tanggal 30 Juli–2 Agustus 2009. Hasil penjurian diumumkan pada tanggal 1 Agustus dengan pemenangnya berturut-turut: pertama, karya Shandy Murethy, Jakarta berjudul “Melihat dari Dekat”, kedua, karya Dedy Purnomo Sari, Yogyakarta berjudul “Kompetisi” dan ketiga, karya Dedy Darsono, Wendy Talok dan Fredy Chandra, Alokz Design, Jakarta berjudul “Gotong Royong”. Para juri pada lomba ini adalah: Hanny Kardinata (founder DGI, chairman Versus Magazine, dan chairman IGDA), Hermawan Tanzil (principal LeBoYe Design), Djito Kasilo (strategic planner dan pemerhati periklanan).

Beberapa karya finalis IPDA (Indonesia Printer Design Award) 2009:

 

Octodesign, Novita Angka & Yan Mursid, Jakarta, “Cari Kutu”

Octodesign, Novita Angka & Yan Mursid, Jakarta, “Cari Kutu”

Boy Bayu Anggara, Jakarta, “Senyum”

Boy Bayu Anggara, Jakarta, “Senyum”

Dedy Darsono, Wendy Talok dan Fredy Chandra, Alokz Design, Jakarta, “Gotong Royong”

Dedy Darsono, Wendy Talok dan Fredy Chandra, Alokz Design, Jakarta, “Gotong Royong”

Sumber: 24 Karya Finalis Lomba Desain Poster IPDA 2009

Agustus 2009

Majalah Versus #5 dengan tema “Desainer Grafis dan Kebangsaan” terbit dan beredar pertama kali di arena FGDexpo 2009
Edisi ke-5 majalah Versus ini menjadi penting karena tema yang diusungnya sejalan dengan trend yang sedang berlangsung di tahun 2009 ini. Penerbitan edisi ke-5 ini diawali dengan acara diskusi Hot Ice Tea #6: “Desain Grafis Berbangsa vs Non Berbangsa” yang menghadirkan para panelis seperti Yasraf Amir Piliang, Ayip, Bernhard Subiakto, Iwan Esjepe, Arief Adityawan, dan dimoderatori oleh Priyanto Sunarto serta berlangsung di Ruang Mezanin (top floor) Gedung R kampus 1 Universitas Tarumanagara, Jl. Letjen S. Parman no. 1, Jakarta Barat.

Cover Versus #5 dirancang oleh Yan Mursid.

Cover Versus #5 dirancang oleh Yan Mursid.

Ki-ka: Ayip, Iwan Esjepe, Bernhard Subiakto, Priyanto Sunarto, Yasraf Amir Piliang dan Arief Adityawan.

Ki-ka: Ayip, Iwan Esjepe, Bernhard Subiakto, Priyanto Sunarto, Yasraf Amir Piliang dan Arief Adityawan.

Sumber:
Majalah Versus #5: Desain Grafis dan Kebangsaan
Diskusi Majalah Versus “Hot Ice Tea #6″: Desain Grafis Berbangsa vs Non Berbangsa

 

 

exploring-root-of-identity-1

5–24 Oktober 2009

Pameran Poster “Exploring Root of Identity” pada Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6

Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 diselenggarakan pada tanggal 5–24 Oktober 2009 di Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, mengangkat tema “Exploring Root of Identity” sebagai konsep dasar dalam penyelenggaraan festival dan dalam prinsip kuratorial pameran, pergelaran dan penayangan materi yang akan disajikan. Tema ini tidak diartikan secara terbatas sebagai upaya penciptaan kreasi baru atau seni kontemporer berdasarkan inspirasi budaya tradisional yang telah mengakar. Tema ini lebih menekankan pada dialog ‘inter-cultural’ dan ‘cross discipline’ untuk memperkaya pengalaman dan pemahaman peserta melalui kolaborasi penciptaan seni, dialog kultural dan kerjasama dan upaya pewacanaan lain. “Exploring Root of Identity” mengandung makna suatu upaya bersama untuk menjelajah dan mencari gagasan baru sambil tetap mendasarkannya pada pertanyaan hakiki dan konteks cultural yang ada pada setiap seniman. Pameran poster diikuti oleh 40 desainer grafis (praktisi, dosen dan mahasiswa) yang diundang secara khusus.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian acara yang berlangsung selama festival, diselenggarakan sarasehan membahas poster-poster peserta pameran poster “Exploring Root of Identity” dengan pembicara Priyanto Sunarto, Hanny Kardinata, Danu Widhyatmoko dan moderator Arif PSA.

Festival Kesenian Indonesia (FKI) ke-6 diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia yang terdiri dari: Institut Kesenian Jakarta, Institut Seni Indonesia – Denpasar, Institut Seni Indonesia-Surakarta, Institut Seni Indonesia-Yogyakarta, Sekolah Tinggi Seni Indonesia–Bandung, Sekolah Tinggi Seni Indonesia–Padangpanjang dan Sekolah Tinggi kesenian Wilwatika–Surabaya.

Sumber: Pameran Poster “Exploring Root of Identity”.

Kokoboe, “Money identity”

Kokoboe, “Money identity”

Henricus Kusbiantoro, “Oey Hian Bouw a.k.a Henricus Kusbiantoro”

Henricus Kusbiantoro, “Oey Hian Bouw a.k.a Henricus Kusbiantoro”

Priyanto Sunarto, “Exploring the Root of Identity”

Priyanto Sunarto, “Exploring the Root of Identity”

 

 

momentom-10-dkv-binus-1

9-15 November 2009

Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus University mengusung tema “Neo-Nasionalisme”

Dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-10, DKV Binus University menyelenggarakan sejumlah kegiatan (seminar, pameran, talkshow dsb.) di fX Lifestyle X’nter, Senayan, Jakarta. Peristiwa ini sekaligus menandai momen dimulainya DKV Binus University memberikan warna khas kelulusannya sebagai desainer masa depan yang selain saat ini telah memiliki standar dan citra positif pada computerized skills & knowledge, good design concept & implementation, enterpreunership, kali ini ditambah dengan suplemen keberpihakan berani & bangga mengangkat local content value – dalam lanskap contemporary scene ke dalam output desain sebagai sumber gagasan dan identitas dalam dialektika lanskap global. Oleh karena itu acara “Momentum 10-Dasawarsa DKV Binus University” dibungkus dalam kemasan bertajuk “Neo-Nasionalisme” sebagai cara pandang baru desainer muda dalam menyikapi masalah identitas kebangsaan dalam desain berbasis budaya di pergaulan global.

Display dan suasana prosesi pembentangan Arsip Visual Terpanjang – perjalanan pendidikan 10 tahun DKV Binus.

Display dan suasana prosesi pembentangan Arsip Visual Terpanjang – perjalanan pendidikan 10 tahun DKV Binus.

Diselenggarakan juga kegiatan akademis seminar nasional pada hari Rabu 11 November 2009 “Nation Branding: Kekuatan Nilai Lokal sebagai Identitas Pembeda Entitas Bernama Indonesia” yang menghadirkan pembicara:

Rizaldi Siagian, MA (Etnomusikolog)
”Nilai Lokal sebagai Potensi Kekuatan dalam Nation Branding”

Daniel Surya (Country Director-The Brand Union Indonesia)
“Perspektif Branding Agency dalam menyikapi Nilai Lokal dalam Nation Branding”

Dr. Ermiel Thabrani (Pakar Komunikasi dan Kehumasan)
“Sisi Pencitraan dan Reputation Management dalam Nation Branding”

Beberapa poster yang dipamerkan bertema “Neo-Nasionalisme” antara lain:

Budi Sri Herlambang, Dimulai Dari yang Kecil

Budi Sri Herlambang, Dimulai Dari yang Kecil

Yasser Rizky, Multiculturalism Beyond Nationalism

Yasser Rizky, Multiculturalism Beyond Nationalism

Sumber:
Momentum 10–Dasawarsa DKV Binus
Undangan Menghadiri Seminar Nasional “Nation Branding” Persembahan DKV Binus University-Jakarta
Reportase Momentum 10 DKV Binus
Creative Inspiring Talkshow “DKV dan Nasionalisme”
Pameran 10 Poster “Neo Nasionalisme” dari DKV Binus University
14 Karya Tugas Akhir Mahasiswa DKV Binus University dalam Pameran “Fresh ‘n Brite 09″

 

 

2–6 Desember 2009

Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”
Jurusan Disain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Yogyakarta menyelenggarakan pameran dengan tajuk “Diskomplet” di Bentara Budaya Yogyakarta yang diikuti oleh segenap dosen dan mahasiswa DKV ISI. Nuansa lokal juga terkandung dalam tema pameran DKV ISI Yogyakarta ini yang termanifestasikan pada idiom visual jamu tradisional, merupakan kekuatan desain grafis Indonesia agar mampu berdiri sejajar dalam percaturan kreativitas di tingkat internasional.

Sumber:
Pameran Disain Komunikasi Visual ISI (Institut Seni Indonesia) Yogyakarta: ”Diskomplet”
Pameran Diskomplet Desember 2009: Menjadikan 100% Karya DeKaVe Indonesia

pameran-diskomplet-1

 

 

13 November 2009

Anugerah Samartharupa kedua (2009) diberikan

Untuk kedua kalinya penghargaan Anugerah Samartharupa diberikan (untuk lifetime achievement and dedication) yang pada tahun ini bersamaan dengan peringatan 10 tahun jurusan DKV Binus: Momentum 10–Dasawarsa DKV Binus, dan kali ini diberikan kepada 2 (dua) tokoh, yaitu: Dwi Koendoro pencipta kartun Panji Koming di Kompas Minggu danDrs. Suyadi alias ”Pak Raden”, tokoh yang membidani serial terkenal Si Unyil.

Acara penganugerahan yang dikemas dalam bentuk “M10 Gala Dinner” pada tanggal 13 November ini berlangsung di The Cone f7 – Mal fX Lifestyle X’nter, Jl. Soedirman (Pintu Satu Senayan), Jakarta.

Kiri–Kanan: Dwi Koendoro dan Suyadi.

Kiri–Kanan: Dwi Koendoro dan Suyadi.

DWI KOENDORO
Tokoh kelahiran Banjar 13 Mei 1941 ini, terlahir sebagai sosok multi-talenta. Masa kecilnya dihabiskan di Bandung. Beliau jatuh hati pada dunia perfilman pada usia 6 tahun. Setiap ke pasar malam, yang ditongkronginya adalah film. Film-film kartun Walt Disney menjadi favoritnya. Bakat menggambarnya yang kuat, menjadi modal yang tidak sia-sia. Pada usia 14 tahun, hasil coretannya berupa kartun-kartun sudah menghiasi majalah Teratai yang terbit di Jakarta.

Selepas SMP di Surabaya, Dwi Koen menjatuhkan pilihan pada Sekolah Seni Rupa Indonesia di Yogyakarta, lalu berlanjut ke ilustrasi grafis di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta. Selama di ASRI ia sempat menjadi wartawan di harian Kedaulatan Rakyat. Kecintaannya pada animasi kartun, membuat ia belajar otodidak dengan berbagai cara. Membaca buku dan bereksperimen menjadi gurunya.

Tahun 1971, Dwi Koen pindah ke Jakarta. Kartun-kartunnya mengisi majalah Stop. Bertahan hingga 1972, akhirnya ia pindah ke biro iklan Intervista, dari karyawan biasa sampai menjadi art director. Lalu empat tahun kemudian, ia pindah ke Gramedia. Karirnya terhitung baik hingga dipercaya menjadi Kepala Bagian Produksi Gramedia Film.

Akhirnya lahirlah Panji Koming pada 14 Oktober 1979 sebagai ”pelepasan” kreatif dan segala uneg-unegnya dari sifat pekerjaannya di Gramedia Film yang lebih banyak menangani pekerjaan non kreatif. Tahun 1982 ia mengundurkan diri karena merasa kurang cocok diposisi tersebut. Tiga tahun kemudian, tepatnya 1985, Dwi Koen mendirikan PT Citra Audivistama – perusahaan yang bergerak dibidang film animasi, iklan, dokumentar dan slide program.

Pengalaman dan kreatifitasnya berbuah penghargaan Piala Citra sebagai sutradara terbaik untuk film dokumenter ”Sepercik Kenangan, Segelombang Teladan” pada FFI 1981.

Kini, 30 tahun sudah Panji Koming hadir setiap Minggu. Tokoh ini telah menjadi ikon karakter yang kritis tapi jenaka. Bisa menjadi insiprasi serta bahan perenungan dalam menyikapi kondisi bangsa Indonesia. Hingga saat ini beliau hampir tidak mengenal istilah weekend, karena setiap Sabtu ”kelakar kritis” Panji Koming harus dikirim ke Kompas agar bisa terbit pada hari Minggu.

SUYADI “PAK RADEN”
Drs. Suyadi adalah tokoh di balik kesuksesan si Unyil dan karakter fenomenal berkumis tebal, Pak Raden. Suyadi lahir sebagai putra Patih Surabaya di zaman Belanda, pada 28 November 1932, di Jember, Jawa Timur. Menggambar, menonton wayang dan bermain gamelan menjadi kegemarannya. Selain itu ia juga gemar menonton film-film Walt Disney. Karakter yang kuat dalam tiap tokoh Disney, mengilhami Suyadi membuat karakter-karakter yang kuat pula pada setiap tokoh yang ada pada film boneka Si Unyil.

Masa kecilnya dihabiskan dengan bersekolah di ELS (Europese Lagere School), setingkat SD yang khusus ditujukan untuk anak kulit putih dan pribumi dari golongan tertentu. Pada tahun 1949, Suyadi melanjutkan pendidikan ke VHO (Voorbereindend Hoger Onderwijs), setingkat SMA. Pendidikan seni ditempuhnya di Jurusan Seni Rupa ITB dari tahun 1952 hingga 1960. Di tahun 1961-1964, ia belajar animasi kartun di studio-studio Les Cineastes Associes dan Les Films Martin-Boschet, Paris.

Sekembalinya dari Perancis, ia bekerja di Teaching Aids Centre (TAC) sebagai kepala Graphic Art. Disaat yang sama, ia juga mengajar di Seni Rupa ITB sekitar tahun 1965-1975. Di samping itu, ia pun banyak membuat film animasi Pemilu dan Keluarga Berencana untuk Departemen Penerangan pada masa itu.

Titik awal fenomenal dimulai tahun 1979, ketika ia membuat film “si Unyil” produksi PPFN. Sebagai Art Director, penulis naskah dan pengisi suara tokoh Pak Raden, serial ini bertahan hingga tahun 1992.

Di usia lanjut, Drs. Suyadi tetap aktif berkarya. Sejak tahun 2007, ia melakukan syuting program edukasi bersama Trans TV berjudul “Laptop Si Unyil”. Kini selain masih sibuk syuting, kadang ia juga mengisi hari-harinya dengan melukis. Sebuah kecintaan yang berbuah dedikasi dan semangat yang tak kunjung padam.

Sumber: Dwi Koendoro dan Drs. Suyadi “Pak Raden” Menerima Anugerah Samartharupa dari DKV Binus University

 

 

1 Desember 2009

Pra-Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis

Setelah melampaui upaya dan perjuangan yang tidak ringan hampir selama 2 tahun, ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) akhirnya berkesempatan menyelenggarakan acara Pra-Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis yang difasilitasi oleh Depkominfo (Departemen Komunikasi dan Informatika RI) yang dilaksanakan pada Selasa, 1 Desember 2009 di Hotel Bintang Griya Wisata. Jl. Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja minimal yang harus dimilki seseorang sebagai profesional dalam tingkat jabatan tertentu. Standar kompetensi kerja merupakan rumusan yang benar-benar dikerjakan di tempat kerja pada industri.

Pra Konvensi RSKKNI adalah rangkaian kegiatan yang terdiri dari penyusunan, pembahasan dan verifikasi Rancangan SKKNI.

Konvensi RSKKNI adalah forum dialog pemangku kepentingan untuk mencapai kesepakatan dan konsensus pembakuan SKKNI.

Tim RSKKNI ADGI terdiri dari Hastjarjo B Wibowo, Danu Widhyatmoko, Priska Nutian Sari dan Resita Kuntjoro-Jakti.

Kiri–Kanan: Resita Kuntjoro-Jakti, Priska Nutian Sari, Danu Widhyatmoko, Hastjarjo B Wibowo dan Danton Sihombing (ketua ADGI).

Kiri–Kanan: Resita Kuntjoro-Jakti, Priska Nutian Sari, Danu Widhyatmoko, Hastjarjo B Wibowo dan Danton Sihombing (ketua ADGI).

Desainer grafis yang diundang:
Dr. Wagiono Sunarto, Dr. Priyanto Sunarto, Irvan A Noe’man, Riswanto Ramelan, Hanny Kardinata, Gauri Nasution, Hastjarjo B Wibowo, Danu Widhyatmoko, Priska Nutian Sari, Resita Kuntjoro-Jakti, Danton Sihombing, Nilam P Moeliono, Riama Maslan, Saffrianto Haryadi, Bambang Kisworo, M Arief Buiman, Mario Tetelepta, Divina Natalia, Lans Brahmantyo, Hermawan Tanzil, Ardian Elkana, Hagung Kuntjara SW, Mendiola Budi Wiryawan, Eka Sofyan Rizal, Iwan Gunawan, Indah Tjahyawulan, Arief Adityawan, Caroline F Sunarko, Nia Karlina, Nico Pranoto, Ato Hertianto, Dio Bowo, Lintang W, Sari Wulandari, Kiki Fitria Hakim, Ismiaji Cahyono, Irvan N Suryanto, Praba Sunar Aristyawan, Anandita Ayudya, Djoko Hartanto, Yudi Amboro, Zinnia Nizar Sompie, Tri Anugrah, Ijo Wira, David Yamin, Tatang Ramadhan Bouqie, Siti Turmini, Boedatmaka Darsono, Ritchie Ned Hansel, Saut Miduk, Saut Togatorop, Mita Purbasari Wahidayat dll.

Sidang Komisi 1, ki-ka, searah jarum jam: Dio Bowo, Priyanto Sunarto, Mendiola B Wiryawan, Ato Hertianto Djajasasmita, Irvan N Suryanto, Mario Tetelepta, Hanny Kardinata, Arief Adityawan (tidak kelihatan: Lans Brahmantyo, Nia Karlina)

Sidang Komisi 1, ki-ka, searah jarum jam: Dio Bowo, Priyanto Sunarto, Mendiola B Wiryawan, Ato Hertianto Djajasasmita, Irvan N Suryanto, Mario Tetelepta, Hanny Kardinata, Arief Adityawan (tidak kelihatan: Lans Brahmantyo, Nia Karlina)

 

 

16 Desember 2009

Untuk pertama kalinya Desain Grafis Indonesia memiliki Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis

Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis
Melanjutkan acara Pra-Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis tanggal 1 Desember 2009, pada tanggal 16 Desember 2009 ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) yang difasilitasi oleh Depkominfo (Departemen Komunikasi dan Informatika RI) menyelenggarakan acara Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) bidang Desain Grafis di Hotel Bintang Griya Wisata, Jl. Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat.

Sumber: ADGI Membawa Desain Grafis Indonesia Menuju Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

 

Ketok palu Ketua ADGI Pusat Danton Sihombing menandai resminya RSKKNI menjadi SKKNI setelah tercapainya aklamasi oleh seluruh peserta konvensi. Dari kiri-ke kanan: Hastjarjo B Wibowo, Danton Sihombing, dan Priska Nutiansari

Ketok palu Ketua ADGI Pusat Danton Sihombing menandai resminya RSKKNI menjadi SKKNI setelah tercapainya aklamasi oleh seluruh peserta konvensi. Dari kiri-ke kanan: Hastjarjo B Wibowo, Danton Sihombing, dan Priska Nutiansari

 

 

20 Januari 2010

FDGI (Forum Desain Grafis Indonesia) Semarang terbentuk
Setelah beberapa kali membicarakan kemungkinan membentuk FDGI Semarang dan lewat kerjasama dalam dua tahun terakhir maka akhirnya FDGI Semarang terbentuk pada tanggal 20 Januari 2010. Terbentuknya FDGI Semarang di Hotel Semesta, Semarang ini disaksikan oleh para dosen dan mahasiswa dari DKV Unika Soegijapranata, mahasiswa serta alumni Universitas Diponegoro dan sebuah agency grafis lokal “Klinik Desain”.

FDGI Semarang disepakati dipimpin oleh Adi Nugroho (alumni DKV ITB dan DKV Unika Soegijapranata) yang selanjutnya dipercayakan akan membentuk timnya dan menjalankan kegiatan-kegiatan baik yang sudah pernah dibuat FDGI di Pusat (Jakarta) maupun yang disesuikan dengan kebutuhan Semarang.
Dari FDGI Pusat hadir Eka Sofyan Rizal (ketua), Caroline F Sunarko (sekjen), Surianto Rustan (aktivis) dan Siti Nurannisaa PB (aktivis).

Ketua FDGI Pusat Eka Sofyan Rizal memberi selamat kepada Adi Nugroho yang baru terpilih sebagai ketua FDGI Semarang.

Ketua FDGI Pusat Eka Sofyan Rizal memberi selamat kepada Adi Nugroho yang baru terpilih sebagai ketua FDGI Semarang.

 

 

28 Januari 2010

ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia) menyelenggarakan Acara Sosialisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Desain Grafis

 

 

20 Mei 2010. Kongres Nasional Adgi.

Kongres Nasional Adgi, dimulai pukul 09.00 wib/10.00 wit serentak di 4 Adgi chapter (Jakarta, Bali, Surabaya dan Yogyakarta) dengan agenda utama: Pemilihan Ketua Umum Adgi 2010-2012.

Kongres tersebut menghasilkan terpilihnya Arief ‘Ayip’ Budiman sebagai Ketua Umum Adgi 2010-2012 yang kemudian membentuk staf pengurusnya dengan susunan sebagai berikut:

Chairman: Arief ‘Ayip’ Budiman
Secretary General: Irvan N. Suryanto
Program Director: M. Arief Budiman
Director of Design Industry: Djoko Hartanto
Director of Design Education: Andika Dwijatmiko
Director of Governement Relations and Industry Policy: Hastjarjo B. Wibowo
Director of International Relations and Strategic Partnership: Zinnia Sompie
Director of Research and Development: Eka Sofyan Rizal
Director of Member Benefit: Siswanto
Director of Chapter Development: Priska Nutiansari
Director of Finance and Administration: Trinugrah
Director of Brand and Communication: Mendiola B. Wiryawan

THE ADVISORY BOARD
Irvan Noe’man
Andi S. Boediman
A. Noor Arief
Yugo Mudayadi
Eko Prabowo

 

Sumber: ADGI

Referensi:
Kongres Nasional ADGI 2010

 

 

23 Mei 2010. Malam Penganugerahan Panen Grafis 2009

Ajang penghargaan pertama bagi desainer grafis Indonesia, IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009, yang mulai diinformasikan ke publik sejak Februari 2009 melaluimajalah desain Versus #2, akhirnya berlangsung pada hari Minggu tanggal 23 Mei 2010 di Galeri Salihara, jalan Salihara 16, Pasar Minggu, Jakarta. dengan tajuk “Malam Penganugerahan Panen Grafis 2009″.

malam-anugerah-e1276042910507

Referensi:
Menuju Puncak Acara “Panen Grafis 2009″
Mewujudkan Desain Grafis Indonesia yang Beridentitas
Pameran Karya-karya Finalis IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009 pada DGI Online Exhibition #6
Sikap Budaya: Identitas Desain Grafis Indonesia
Pidato Kebudayaan AD Pirous: “IGDA: Sebuah Perjalanan Pembentukan Identitas”
Graphics Award Night to Design Indonesia
Malam Penganugerahan – IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009
Pesta Panen Grafis – IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009
Penjurian IGDA (Indonesian Graphic Design Award) 2009
Liputan Acara Gathering IGDA di LeBoYe – 22 April 2010

ROAD SHOW Panen Grafis IGDA 2009
Jeng IGDA Memanggilmu: Panen Grafis IGDA 2009 Call for EntriesWelcome Speech – Press Conference IGDA: Galeri Antara 04.07.09
Saksi Sejarah Press Conference IGDA 2009 dalam Rangkaian Poster
Dari Acara Press Conference IGDA 2009: “Menanam Ide, Ciptakan Karya, Tuai Prestasi”
Press Conference IGDA 2009: “Menanam Ide, Ciptakan Karya, Tuai Prestasi”
Tentang IGDA
Konsep Kuratorial dan Penjurian IGDA 2009
Program Acara IGDA 2009
Selamat Datang IGDA!

 

 

23 Mei 2010

Malam Anugerah IGDA (Indonesian Graphic Design Award): “Panen Grafis 2009″ yang berlangsung pada tanggal 23 Mei 2010 di Galeri Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, dibuka dengan Pidato Kebudayaan AD Pirous dan dilanjutkan dengan pembacaan “Sikap Budaya: Identitas Desain Grafis Indonesia”.

 

 

2011

Berdirinya ADGI Solo Chapter

Dimulai dari pemberitahuan Priska Nutiansari dari ADGI Pusat sebagai Direktur Pengembangan Chapter kepada Rida Nurafiati lewat situs jejaring sosial untuk mewadahi teman-teman perancang grafis di Solo kedalam organisasi ADGI Solo Chapter, gayungpun bersambut. Diawali dengan sosialisasi awal yang diadakan pada hari Sabtu, 4 Desember 2010 jam 14.00 wib di Lembaga Studi Desain, Solo berhasil terkumpul 15 orang yang terkait dalam bidang desain grafis di Solo. Dikarenakan belum memenuhi kuota yang ditetapkan dari pusat, sosialisasi berikutnya dilakukan dengan mengundang lebih banyak calon anggota.

Pada hari Selasa, 14 Desember 2010 di Gedung Kesenian Solo – Sriwedari kembali diadakan sosialisasi pembentukan ADGI Solo yang ke dua dan berhasil terkumpul 29 orang yang terkait dalam bidang desain grafis; perancang grafis dan pelaku bisnis grafis serta akademisi desain grafis di Solo. Tepat pukul 21.30 WIB, 29 orang yang berkumpul sepakat menjalankan organisasi ADGI Solo Chapter untuk membangun perkembangan industri desain grafis di Solo ke depan yang lebih baik serta iklim usaha yang sehat dengan tetap berpijak pada nilai kearifan budaya lokal.

Susunan kepengurusan sementara yang terbentuk adalah

Ketua: Bandung Ajiriyanu
Wakil Ketua: Daniel Herdianto
Sekretaris: Agus Susanto
Bendahara: Dina Oktavia Sari

Hasil kepengurusan sementara tersebut pada hari itu juga langsung dikirim via email ke alamat ADGI Pusat untuk segera ditindaklanjuti. Mengingat syarat utama untuk dapat duduk dalam kepengurusan ADGI adalah mereka yang bukan berstatus mahasiswa (sudah lulus kuliah), ada sedikit revisi dari ADGI Pusat untuk susunan kepengurusan yang terpilih dari Solo menjadi

Ketua Adgi Solo Chapter: Bandung Ajiriyanu
Sekretaris Adgi Solo Chapter: Daniel Herdianto
Bendahara Adgi Solo Chapter: Agus Susanto

Susunan pengurus ADGI Solo Chapter yang terakhir inilah yang kemudian diputuskan oleh Dewan Pengurus Adgi Pusat Periode 2010-2012 pada tanggal 28 Februari 2011.

Referensi:
Adgi Solo Chapter: “Poster Damai untuk Solo”
Menandai Acara Perdana Adgi Solo Chapter: “Adgi Chapter adalah Local Genius”
Dari Acara Perdana Adgi Chapter Solo

 

 

24 April 2011

Konferensi desain “Design that Change” diselenggarakan oleh Bajigur! dan FSG Tunas Bangsa pada hari Minggu tanggal 24 April 2011 di University Hotel, Yogyakarta, membuahkan beberapa keputusan dan pernyataan sikap yang dirumuskan dalam sebuah manifesto sebagai Bajigur! Manifesto: “Ora Obah Ora Mamah”.

Konferensi itu menampilkan pembicara: Wahyu Aditya (Hello Motion Academy), Glenn Marsalim(Creative Freelancer), Taring Padi (Underground Artists), Dik Doank (Kandank Jurank) dan Sumbo Tinarbuko (Lecturer/Visual Observer) dan diadakan untuk mendukung kampanye OBAH Fight Blood Disorders, sebuah kampanye penggalangan dana untuk anak penderita kanker dan kelainan darah. Jumlah pengunjung 167 orang.

Design-that-Change-1-560x319

Design-that-Change-2-560x319

Design-that-Change-3-560x319

 

Foto: Aldis

Sumber:
OBAH Community
Liputan Design Conference: “Design that Change”

 

 

7 Mei 2011

Penjurian terbuka pada pameran dan penjurian TUAI2010. Untuk pertama kalinya sebuah penjurian berlangsung terbuka dan jurinya bisa ‘diganggu gugat’ dalam acaraPenjurian TUAI (Tugas Akhir DKV) 2010 yang diselenggarakan oleh Yayasan IGDA (Indonesian Graphic Design Award) pada tanggal 7 Mei 2010 di Atrium f1, fX lifestyle ‘Xnter, Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, pukul 11.00-17.00. Seusai penjurian dilangsungkan sesi tanya-jawab bersama para juri, dan karya-karya tugas akhir mahasiswa DKV se-Indonesia dipamerkan pada tanggal 20-29 Mei 2011.

Pameran-TUAI-2010-560x798

TUAI2010-1-560x373

TUAI2010-2-560x373

TUAI2010-3-560x373

TUAI2010-4-560x373

TUAI2010-5-560x373

TUAI2010-6-560x373

TUAI2010-7-560x373

TUAI2010-8-560x373

 

 

 

2012

Majalah desain grafis Titik Dua terbit dan diluncurkan pada tanggal 05 April 2012

Majalah desain grafis Titik Dua diluncurkan edisi perdananya pada tanggal 05 April 2012 bertempat di Plaza Syahdan Kampus Binus. Majalah Titik Dua merupakan sebuah majalah dwi-bulanan yang mengangkat konten dan ulasan seputar dunia desain komunikasi visual. Dirancang oleh sebuah kepanitiaan di bawah naungan HIMDKV (Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual) Universitas Bina Nusantara.

Nama Titik Dua sendiri berasal dari istilah sebuah tanda baca yang dipakai apabila ingin menjelaskan atau menguraikan sesuatu dengan lebih terperinci. Sama halnya dengan misi Titik Dua yang tidak hanya sekedar menyediakan informasi, tetapi juga berupaya mengajak dan menginspirasi pembacanya untuk menjadi mahasiswa dengan pola pikir kritis sehingga dapat membentuk sudut pandangnya sendiri.

Cover

Referensi: HIMDKV (Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual) Universitas Bina Nusantara | Majalah “Titik Dua” Edisi 01

 

Copyright © 2009 Hanny Kardinata

Quoted

Makin banyak manfaat, makin sedikit dampak, makin baiklah desain itu

Arief Adityawan S.