Eko/ecodezign

ecodezign2


LET’S MAKE THE WORLD BETTER BY CREATING GOOD DESIGN!


design can influence people.
then, the question is, what is a good design?
and i say that good design is design that works.
design that influence someone to do something,
design that touch the emotional side.
so, we can make this world better
by creating a good design.
so…let’s start now.

– Eko/ecodezign


Lagi ngerjain proyek apa nih mas?

Branding sebuah radio jazz di Semarang, dan beberapa personal project.

 

Sejak kapan mas eko menekuni bidang grafis? Cerita dong…

Kayak kerajinan tangan aja ya…(emang iya ya..). Hmmm sebenarnya dari waktu SD sampe SMA udah sering ikut lomba poster dan sayangnya sering menang. Cuman agak sedikit vakum waktu sibuk kuliah yang nggak nyambung. Secara profesional sih sejak lulus insinyur tahun 1999, bergabung di sebuah advertising agency di Semarang. Sejak itu sepertinya sudah menemukan passion di visual applied art (ngarang istilah sendiri), dan menggelutinya sampai sekarang.

 

Bisa cerita soal ecodezign.net?

Visinya adalah menjadikan dunia lebih baik, melalui desain. Namun saat ini ecodezign.net, baru berisi portfolio, baik yang komersial maupun personal artwork – personal project. Dan karena ecodezign sendiri baru dibentuk Agustus 2007, beberapa karya masih karya-karya komersil dari tempat bekerja sebelumnya.

 

Yang saya tahu mas eko lama di perusahaan kreatif dan sering berkutat di iklan kreatif yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu. Kenapa menjadi desain yang banyak mengusung tema lingkungan?

Sebenernya bukan desainer tema lingkungan sih, (masih mengerjakan kerjaan komersial juga kok), cuman kebetulan memang ada ketertarikan lebih soal itu. Jadi mungkin lebih tepatnya disebut desainer profesional yang concern terhadap isu lingkungan. Saya pikir tiap desainer punya nilai-nilai yang diyakini, juga ketertarikan pada satu hal, entah itu sosial, musik, reliji, dsb. Itu yang sedikit banyak membentuk karakter desainnya.

 

Mengapa lingkungan? Apakah karena mas eko begitu mencintai lingkungan? Bahkan sampai kedua nama putrinya berbau alam (dadap dan pandan).

Satu hal yang saya anut, bahwa hidup harus bisa memberi manfaat bagi sesama, juga bagi alam. Tiap orang dikaruniai potensi untuk melakukan itu. Dengan apa yang aku dapatkan selama 8 tahun bergelut di dunia iklan, dan sebagai desainer grafis, ya ini yang bisa saya lakukan, saat ini.

 

Tema lingkungan mempunyai muatan sosial yang berguna bagi masyarakat, dan biro iklan cenderung mengejar omset dan sangat bisnis komersial, apakah sebuah ecodezign merupakan corporate social responsibility yang terstruktur?

Sebenarnya ketertarikan pada isu lingkungan itu misi personal, jadi mungkin lebih tepat disebut personal social responsibility (hehe.. bikin istilah baru lagi). Pada proses awal ini, isu lingkungan itu baru berupa personal project, namun nantinya mengarah pada project (client) yang concern juga pada masalah ini.

 

Kalau ecodezign adalah semacam biro desain LSM, dan mas eko adalah seorang aktivis lingkungan lalu siapa klien ecodezign?

Sebenarnya bukan biro desain LSM (lingkungan), jadi kliennya ya siapa saja, personal, kelompok/komunitas, institusi maupun corporate. Tetapi jika dari situ nantinya yang datang kebanyakan para LSM lingkungan, ya nggak masalah.

 

Apa saja yang dilakukan ecodezign? Dan bagaimana proses kerjanya?

Untuk commercial project: graphic design, brand identity, campaign. Selain itu juga terbuka untuk melakukan kolaborasi maupun project bersama dengan designer atau design beureu dari mana saja.

 

Apa saja ruang lingkup ecodezign dalam portfolionya?

Saat ini portfolionya masih terbagi 2, komersil dan personal.

 

Saat ini isu lingkungan sedang maraknya, sebagian orang menganggap itu sebagai tren yang membuatnya terpandang, namun kondisi sebenarnya adalah lingkungan memang membutuhkan perhatian dari semua kalangan. Apa tindakan kongkrit yang bisa kita berikan untuk memperbaiki kondisi lingkungan kita, sebagai orang kreatif (desainer, visual artist, dll)?

Awal sekali, ya cobalah hidup yang lebih ramah lingkungan, kurangi pemakaian plastik, matikan komputer kalo sedang tidak dipakai, pakai screensaver, pakai kertas seperlunya, pake lampu yang ada labelnya energy save, dll. Kalau itu sudah, coba ajak yang lain untuk begitu juga, melalui apa kita bisa. Sebagai desainer ya bisa bikin PSA, stiker, poster, postcard, grafitti, blog dll.

 

Al Gore memperoleh hadiah nobel karena penelitiannya yang concern tentang global warming dan mengkampanyekan keseluruh dunia from group to group even people to people, sebagian orang menganggapnya itu adalah untuk mendukung dirinya melangkah jauh menuju kursi kepresidenan di Amerika, di sisi lain memukul telak seluruh manusia untuk sadar akan alam yang kian rusak karena oleh kita sendiri, bagaimana pendapat mas eko?

Kayaknya semua orang udah tahu, kalo menebang hutan bisa longsor, kalau buang sampah di kali bisa bikin banjir. Masalahnya adalah bagaimana menciptakan trigger yang bisa memicu orang, untuk tidak sekedar tahu, tapi bagaimana bisa melakukan tindakan nyata. Bisa jadi hal itu muncul dari seorang Al Gore, atau seorang tukang becak. Yang pasti itu bukan hanya tanggung jawab mereka, tapi kita semua, sebagai penghuni bumi yang sama.

 

Apa yang dibutuhkan seorang kreatif dalam berkarya untuk mempunyai muatan sosial?

Passion, problem solving. Kalau mau membuat karya yang bermuatan sosial (PSA), idealnya itu muncul dari hati, bahwa kita memang benar punya ketertarikan akan hal tersebut. Oleh karena itu, mulailah dengan hal-hal yang paling dekat dengan kehidupan kita. Seorang desainer perokok, yang akhirnya bisa berhenti merokok, dan pengen mengajak orang lain untuk berhenti juga, akan sangat terbantu dalam menciptakan karya karena telah memahami insightnya. Apabila kasusnya tidak ideal seperti itu (misal untuk kepentingan klien), ya harus diciptakan (bisa dengan riset, referensi, pendalaman/analisa data, dll).

 

Apa 10 kondisi nyaman untuk mas eko dalam berkarya?

Komputer handal, internet kenceng, deket anak istri, secangkir teh hangat, arsenal abis menang, buku,
jazz, udara yang nyaman, banyak makanan di kulkas, dan ada yang bisa diketawain.

 

Apa 10 hal yang membuat mas eko stuck dalam berkarya?

Paling kalo lagi sakit atau ngantuk berat. Kalau cuman sekedar asap rokok, berisik yang tidak berkonsep, internet lemot, komputer ngadat, udara panas, nggak ada duit, laper, klien rese, sih nggak sampe segitunya, sudah terbiasa, hehe.

 

Sesuai dengan tema ijo royo-royo, ada motivasi terpendam apa dari mas eko untuk mengembalikan alam ini? Pesan-pesan buat para kreatif.

Lakukan sesuatu yang berguna bagi sesama, makin banyak makin baik.

 

Thanks ya mas… selamat berjuang..

Tama-tama.

 


 

> EKO WORKS

ecodezign-12

imagine: trees!

 

ecodezign-22

I Love Music As Long As It’s Jazz!

 

Corporate Identity, Bale Agung Residence-1

Corporate Identity, Bale Agung Residence-2

Bale Agung Residence, high class real estate in Jogja, Indonesia.

 

Logo, International Bali Jazz Festival.


Logo, Centro Fashion.

Centro Fashion, Pontianak, Indonesia.


Product Catalogue, Essepigi-Italy.


Company Profile, Mashda FM, Jogja-Indonesia.


Sumber: bajigur! majalah kreatif berbasis kerakyatan, Vol.01/Edisi 3/Des/07

Catatan: Karya Eko lainnya bisa dilihat di ecodezign

Quoted

Sekolah membuat desainer menjadi pintar, bekerja membuat desainer menjadi paham, pengalaman panjang membuat desainer menjadi arif

Danton Sihombing