Home > Read > News >
Liputan | Pameran Seni Rupa & Kebudayaan Indonesia

0_Poster

Ada yang menarik di sebuah galeri kecil di depan Lobi Gedung B, UPH. Galeri ini memang senantiasa memamerkan karya-karya mahasiswa Fakuktas Teknik dan Perencanaan maupun karya dari seniman lain. Setiap minggunya, ruang yang dinamakan Galeri Pelita ini selalu ada pameran yang terbuka untuk umum.

Tanggal 24–28 November 2014, Jurusan DKV (School of Design UPH) menyelenggarakan pameran bertajuk “Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia”. Karya yang dipamerkan merupakan hasil riset dan pembelajaran mahasiswa selama satu semester. Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia adalah salah satu mata kuliah semester dasar di SoD UPH.

1_KataSambutanPakErnest

Hujan yang cukup lebat sempat membuat pembukaan pameran sedikit meleset dari jadwal, namun tidak menghalangi antusiasme pengunjung pameran yang kebanyakan mahasiswa. Sekitar pukul 13.40 WIB, pameran dibuka langsung oleh Ernest Irwandi, S.sn, M.Ds selaku kaprodi SoD UPH.

“Kami selaku tim pengajar mata kuliah Seni Rupa dan Kebudayaan Indonesia, yang terdiri dari: saya sendiri selaku penasihat, Salima Hakim S.Sn., M.Hum, Yulia Amanda S.Sn, dibantu juga oleh Michele Setiawan, S.Sn. dan Putu Sridiniari, S.Sn. Dengan pameran sederhana ini, kami semua ingin turut “menularkan” tradisi berpameran yang diharapkan dapat menjadi sebuah budaya yang dipertahankan.”

Sambutan berikutnya diberikan oleh Salima Hakim salah satu dosen pengampu mata kuliah tersebut yang mengungkapkan bahwa tujuan utama mata kuliah tersebut adalah mencoba mengajak mahasiswa untuk mengidentifikasikan berbagai elemen dalam budaya dan tradisi Indonesia. Mata kuliah ini berusaha untuk memberikan pemahaman bahwa identitas budaya bukan suatu kondisi yang bersifat statis, namun selalu bergerak dan cair.

Salima melanjutkan, “Ruang lingkup budaya tentunya sangat luas. Definisi budaya tidak hanya berhenti pada budaya tradisi, namun juga kebiasaan kita sehari-hari. Cara saya berbicara, cara saya berjalan, tampilan fisik, bahkan cara saya makan adalah bagian dari  budaya yang juga tidak pernah berhenti berubah. Dari begitu luasnya ruang lingkup dan pengertian tentang budaya, secara spesifik kami mencoba memperkenalkan budaya tradisi, sebagai salah satu bagian dari keseluruhan indentitas budaya indonesia.”

Salima mengajak para mahasiswa untuk mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada artefak budaya tradisi Indonesia, seiring dengan masuknya pengaruh dari kebudayaan luar seperti India, Cina, Arab dan Belanda. Hasil observasi tersebut, menjadi landasan mahasiswa untuk membuat replika artefak budaya, yang kemudian dikumpulkan menjadi arsip visual (visual archiving).

Pameran ini adalah risalah kecil dari sebuah lembaga pendidikan yang turut serta menjaga dan melestarikan artefak seni rupa dan kebudayaan Indonesia agar tidak tergerus arus globalisasi.

Salam Kreatif!

IMG_2014

IMG_2024

IMG_2025

IMG_2026

IMG_2028

IMG_2030

IMG_2031

IMG_2032

IMG_2033

IMG_2034

IMG_2035

IMG_2036

IMG_2038

IMG-20141125-WA0003

Quoted

“Imajinasi yang liar lebih kuat dari lirik yang sok mau jelas.”

Slamet A. Sjukur